Kurang Olahraga Picu Penyakit Diabetes

rs-alirsyadsurabaya.co.id-Penyakit diabetes ternyata tak hanya dipicu oleh kebiasaan makan makanan yang manis, tetapi juga kurangnya berolahraga. Bermalas-malasan dan makan berlebih menjadi pemicu utama datangnya penyakit satu ini. Padahal, Rasulullah amat menyukai aktivitas yang produktif lagi baik, berolahraga misalnya, yang dapat mendatangan kesehatan.

Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek mengatakan, salah satu penyebab diabetes adalah kurangnya olahraga. “Misalnya kurang olahraga, pola makan yang terlalu banyak garam, terlalu banyak gula serta akibat terlalu banyak lemak, stress, alkohol dan rokok,” katanya dalam laman republika.

Diabetes, lanjutnya, merupakan penyakit yang disebabkan oleh tingginya kadar gula darah akibat gangguan pada pankreas dan insulin.  Dan hal ini bisa dicegah dengan rutin berolahraga. “Solusi mudah atasi diabetes adalah dengan melakukan pola hidup sehat yakni rutin berolahraga,” jelasnya.

Nafsu makan berlebih dan kurangnya aktivitas fisik pada akhirnya akan menyebabkan kegemukan yang merupakan salah satu pencetus diabetes melitus. dr Rochismandoko, Sp PD, pun membenarkan hal ini. “Kurang olahraga, terlalu banyak duduk, dan pola makan yang salah merupakan penyebab penyakit ini,” paparnya dalam tribunnews.

Rasulullah Gemar Berolahraga

Dalam ajaran Islam, Allah juga lebih menyukai mukmin yang kuat daripada yang lemah. Dengan berolahraga, dapat menjadikan manusia sehat dan kuat. Sebagaimana hadits berikut,

Dari Abu Hurairah katanya: “Rasulullah bersabda: “Orang mu’min yang kuat adalah lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada orang mu’min yang lemah. Namun keduanya itupun sama memperoleh kebaikan. Berlombalah untuk memperoleh apa saja yang memberikan kemanfaatan padamu dan mohonlah pertolongan kepada Allah dan janganlah merasa lemah. Jikalau engkau terkena oleh sesuatu musibah, maka janganlah engkau berkata: “Andaikata saya mengerjakan begini, tentu akan menjadi begini dan begitu.” Tetapi berkatalah: “Ini adalah takdir Allah dan apa saja yang dikehendaki olehNya tentu Dia melaksanakannya,” sebab sesungguhnya ucapan “andaikata” itu membuka pintu godaan syaitan.” (Riwayat Muslim)

Direktur Pusat Kajian Hadis Jakarta KH Ahmad Lutfi Fathullah juga mengatakan dalam republika, bahwa Rasulullah memiliki kemampuan berpacu sangat baik. Kemampuannya hampir tidak ada yang dapat mengalahkannya. Di samping itu, Rasulullah sering mengadakan lomba memanah.

“Pada zaman Nabi, berkuda, memanah, gulat, dan berenang belum menjadi aktivitas olahraga seperti saat ini. Namun menjadi aktivitas seleksi,” tandasnya. (Din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat