RS Al Irsyad Surabaya

Kompres Hangat atau Dingin? Kenali Perbedaannya dan Cara Pakai yang Tepat

Kompres adalah metode untuk meredakan nyeri, ketegangan otot, atau bengkak dengan menggunakan panas atau dingin. Pilihan antara kompres hangat atau dingin bergantung pada kondisi yang sedang dialami.

Kompres Hangat

  • Menggunakan handuk hangat, botol air hangat, atau alat pemanas berguna untuk:
    • Mengendurkan otot tegang atau kaku.
    • Meredakan pegal, kram, atau nyeri otot/sendi.
    • Mengurangi rasa nyeri kronis, seperti nyeri punggung atau nyeri haid.

Kompres Dingin

  • Menggunakan es, gel beku, atau air dingin cocok untuk:
    • Cedera baru, seperti keseleo, memar, atau luka ringan.
    • Mengurangi bengkak, peradangan, atau pembengkakan setelah trauma.
    • Membantu meredakan rasa sakit sesaat setelah cedera.

Cara Pakai yang Aman & Efektif

Untuk Kompres Hangat

  • Suhu kompres sebaiknya hangat tidak terlalu panas.
  • Gunakan selama 15–20 menit setiap kali sesi.
  • Hindari memakai kompres hangat pada area yang baru terluka, bengkak, memar, atau pada luka terbuka karena bisa memperparah peradangan.

Untuk Kompres Dingin

  • Gunakan dalam 48 jam pertama setelah cedera untuk hasil maksimal.
  • Setiap sesi kompres berlangsung 10–20 menit.
  • Bungkus es/gel beku dengan kain tipis agar kulit tidak terkena langsung bisa menghindari iritasi atau luka dingin.
  • Ulangi sesuai kebutuhan misalnya setiap 2–3 jam sekali tapi hindari terlalu sering agar sirkulasi darah tidak terganggu.

Kapan Menggunakan Jenis Kompres?

Kondisi / KeluhanKompres yang Disarankan
Cedera baru, keseleo, memar, bengkakKompres dingin (48 jam pertama)
Nyeri otot, pegal, sendi kaku, kramKompres hangat
Cedera akut dengan pembengkakanKompres dingin dahulu, kemudian hangat bila diperlukan
Nyeri kronis atau ketegangan ototKompres hangat

Yang Perlu Diperhatikan & Waktu untuk ke Dokter

  • Jika nyeri, bengkak, atau kondisi tidak membaik setelah beberapa hari sebaiknya periksakan ke dokter.
  • Hindari kompres langsung ke kulit selalu gunakan lapisan kain tipis.
  • Hindari kompres hangat maupun dingin jika area cedera memiliki luka terbuka, infeksi, atau masalah sirkulasi darah.

Kompres baik hangat maupun dingin bisa menjadi metode sederhana, mudah diakses, dan efektif untuk membantu meredakan rasa sakit, cedera ringan, atau ketegangan otot, asalkan digunakan dengan benar. Dengan memahami jenis kompres, kondisi yang tepat, dan aturan pakainya, Anda bisa memaksimalkan manfaatnya tanpa risiko komplikasi.

Tim Redaksi

Menyajikan informasi seputar kesehatan, tips medis, dan layanan rumah sakit Al Irsyad Surabaya. Konten ditulis oleh tim profesional dengan dukungan tenaga medis berpengalaman.