Ketahui Serangkaian Pemeriksaan Virus Corona: Tes Darah, Rontgen, dan Swab

Rs-alirsyadsurabaya.co.id – Semenjak merebaknya infeksi virus corona (Covid-19), serangkaian pemeriksaan pun dilakukan mulai dari wawancara dan observasi oleh dokter, cek darah, rontgen, hingga swab. Tes yang dilakukan memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda untuk mengidentifikasi pasien positif virus tersebut.

Agus Dwi Susanto selaku Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menyampaikan tentang alur pemeriksaan Covid-19 dimulai dari wawancara dan observasi yang dilakukan oleh dokter. Nantinya, dokter akan menanyakan dan melihat gejala fisik yang muncul pada pasien.

Hal tersebut dilakukan untuk memastikan apakah pasien pernah mengunjungi wilayah terdampak corona atau kontak dengan pasien positif corona.

“Wawancara fisik secara umum seperti gejala batuk pilek, sakit tenggorokan, deman tinggi di atas 38 derajat Celcius dan disertai punya riwayat perjalanan keluar negeri atau daerah yang terjangkit atau ada riwayat kontak dengan pasien positif. Riwayat ini salah satu saja,” ujarnya.

Dari wawancara dan observasi itu, bila pasien memenuhi criteria gejala dan memiliki riwayat kunjungan daerah terdampak atau mungkin kontak langsung dengan pasien positif Covid-19, maka dokter akan melakukan serangkaian tes lainnya yang meliputi cek darah, rontgen, dan swab.

Kegunaan dari cek darah berdasarkan pemeriksaan laboratorium bertujuan untuk mengetahui fungsi organ, mendeteksi racun, kondisi kesehatan secara keseluruhan. Sementara rontgen atau foto thorax bertujuan melihat citra paru-paru dan saluran pernapasan. Melalui rontgen dapat diketahui infeksi atau peradangan yang terjadi pada saluran pernapasan dan paru-paru.

Meski demikian, cek darah dan rontgen tidak dapat mengetahui atau mendeteksi keberadaan virus corona di dalam tubuh pasien.

“Cek darah dan rontgen untuk memastikan apakah ada indikasi infeksi atau radang di saluran pernapasan. Tidak bisa melihat atau menyatakan positif corona,” terangnya dilansir dari cnnindonesia.com.

Virus corona dapat terdeteksi bila seseorang melakukan tes swab. Agus memaparkan bahwa tes swab ini merupakan tes yang dilakukan dengan pengambilan jaringan sel pada hidung atau tenggorokan.

Di Indonesia, tes swab saat ini hanya bisa dilakukan di 134 rumah sakit rujukan untuk virus corona. Rumah sakit nantinya akan mengirimkan spesimen ke 17 laboratorium yang sudah ditunjuk pemerintah. Dari hasil tes swab inilah keberadaan virus corona dalam tubuh dapat diketahui.

“Diagnosis virus corona hanya bisa didapat melalui swab atau sampel dahak yang dikirim ke laboratorium,” paparnya.

Ketiga tes tersebut akan dilakukan pada orang yang memiliki gejala virus corona. Sedangkan orang tanpa gejala, lanjut Agus tak perlu melakukan pemeriksaan walaupun masih terdapat kemungkinan bisa terkena virus corona. Sebab, orang tanpa gejala tidak akan memperlihatkan hasil infeksi pada foto rontgen.

“Beberapa kasus di luar negeri ada kasus positif corona tanpa gejala, tapi itu kecil sekali di bawah 1 persen populasi,” ungkap Agus.

Dengan begitu, dokter nantinya akan mengambil langkah penanganan atau terapi suportif sesuai dengan hasil pemeriksaan dan gejala yang muncul. Karena memang belum ditemukan obat ataupun vaksin untuk virus corona jenis baru ini.

Agus berharap, dengan dilakukannya tes atau pengobatan yang diberikan saat ini adalah sebagai bentuk upaya mengurangi gejala dan meningkatkan sistem imunitas tiap orang. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat