Ketahui Sejarah Hari Autisme Sedunia

Dikutip dari buku InklusidalamPAUD oleh Aisyah Durrotun, autisme merupakan gangguan perkembangan yang secara signifikan mengganggu komunikasi linguistik dan nonverbal dan interaksi sosial, serta mengganggu keberhasilan belajar.

Setiap tahunnya, diperingati Hari Peduli Autisme Sedunia pada 2 April. Bagaimana sejarahnya?

Autis atau autism spectrum disorder adalah sebutan untuk orang yang mengalami gangguan sistem saraf. Perilaku orang dengan autis akan terganggu akibat gangguan sistem saraf yang terjadi.Maka dari itu, umumnya orang akan menganggap seorang autis berbeda dengan orang normal.

Akibatnya, kepedulian pada orang autis kurang.Pada 18 Desember 2007 dilaksanakan rapat pleno ke 76 oleh PBB. Hasil dari rapat tersebut, PBB menetapkan setiap tanggal 2 April sebagai Hari Peduli Autisme Sedunia sejak tahun 2008.

Pada tahun 2023, Departemen Komunikasi Globa Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial berkolaborasi dengan Istitute of Neurodiversity (ION) untuk menyelenggarakan Hari Peduli Autisme Sedunia.

ION yang beroperasi di 23 negara mempunyai tujuan untuk membangun masyarakat inklusif untuk individu dengan neurodiversitas. Mereka berusaha supaya orang dengan neurodiversitas merasa diterima, diikutsertakan, diberdayakan, didengar, dan diwakili.

Fokus dari perayaan Hari Peduli Autisme Sedunia tahun 2024 adalah memberi gambaran global mengenai kondisi autisme dari sudut pandang orang yang mengalaminya.

Para panelis akan berbagi pemikiran mengenai situasi di wilayah masing-masing dan menjelaskan pentingnya menerapkan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) supaya autisme bisa berkembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat