Ketahui Penyakit Flu Perut

Bagi sebagian orang, istilah flu perut alias gastroenteritis masih asing di telinga. Namun, kalau kita menyebutnya dengan muntaber, pasti setiap orang sudah akrab dengan salah satu nama penyakit pencernaan paling umum ini, bahkan mungkin sebagian besar dari kita pernah mengalaminya. 

Dikutip dari situs Kemenkes, penyebab flu perut adalah karena infeksi pada lambung dan usus yang disebabkan oleh beberapa jenis virus seperti Norovirus, bakteri juga parasit. 

Flu perut bisa menyebabkan mual, muntah, diare, kram perut, atau terkadang demam pada penderitanya. 

Meski flu perut dan diare memiliki gejala yang mirip dan susah dibedakan, namun flu perut adalah penyakit yang berbeda dengan diare.

Flu perut dan diare sama-sama bisa disebabkan oleh konsumsi makanan-minuman yang terkontaminasi virus, bakteri, dan/atau parasit.

Keduanya juga menunjukkan gejala umum yang mirip, yaitu sakit perut dan bolak-balik BAB dengan wujud feses cenderung cair.

Namun, kedua masalah pencernaan ini sebenarnya berbeda. Terserang diare bukan sudah pasti terkena flu perut. Karena diare itu sebenarnya merupakan sebuah gejala dari suatu penyakit, bukan suatu jenis penyakit yang berdiri sendiri.

Sementara, flu perut adalah jenis penyakit infeksi yang dapat menyebabkan diare, karena infeksi ini menyebabkan peradangan pada saluran pencernaan kita.

Secara global, sebagian besar kasus pada anak-anak disebabkan oleh Rotavirus. Pada orang dewasa, penyebabnya lebih umum oleh Norovirus dan Campylobacter. Penyebab lain yang lebih jarang ditemukan adalah disebabkan oleh racun bakteri dan parasit. 

Karena merupakan penyakit infeksi, penularan flu perut bisa terjadi karena mengonsumsi makanan yang dimasak secara tidak benar atau air yang terkontaminasi atau melalui persinggungan langsung dengan orang yang terinfeksi.

Penyebarannya di fasilitas umum yang tertutup, seperti di dalam ruang kelas, tempat perawatan anak, atau ruang perawatan umum.

Penyakit ini tetap bisa disembukan. Untuk kasus ringan atau sedang, penyembuhan bisa dilakukan melalui pemberian larutan rehidrasi oral.

Untuk kasus yang lebih berat, pemberian cairan melalui infus mungkin diperlukan. (Sdi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat