Ketahui Gejala Awal Katarak pada Mata

Gejala awal katarak kadang tidak dapat dengan mudah diketahui. Padahal, jika telat diketahui dan diobati akan berujung pada kebutaan. Maka dari itu, mengetahui gejalanya adalah keharusan. Agar segera dapat ditangani dan diobati.

Katarak umumnya menyerang para lansia. Ini adalah masalah kesehatan mata yang terjadi ketika lensa mata keruh. Mengutip dari CNN Indonesia, American Academy of Opthalmology mencatat, katarak telah menyerang 25 juta orang di Amerika Serikat.

Sementara itu di Indonesia menurut Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2013, 1,5 persen dari 2 juta penduduk menjadi penderita katarak. Dan lebih dari 50 persen kasus katarak berujung pada kebutaan. Dan Indonesia sendiri juga menempati peringkat pertama kasus kebutaan di Asia Tenggara.

Penyebab katarak selain usia juga ada berbagai macam, di antaranya faktor genetik, gizi, paparan sinar matahari, dan penyakit diabetes. Pakar kesehatan mata Indonesia, dr. Setiyo Budi Riyanto, Sp.M(K), mengungkap ada beberapa hal yang dapat menjadi tanda seseorang terkena katarak seperti dilansir dari indopos.co.id.

Tanda yang pertama, warna lensa mata akan berubah. Awal munculnya katarak dapat ditandai dengan perubahan pada warna lensa mata. Biasanya akan berubah kekuningan atau kecokelatan. “Perubahan dari lensa mata ini akan mengakibatkan buta warna,” katanya.

Setelah perubahan warna lensa mata, yang berikutnya adalah berkurangnya kemampuan penglihatan. Penglihatan mulai samar dan berkabut. Ini juga turut menjadi gejala awal seseorang terkena katarak dan patut diwaspadai. “Gumpalan protein pada mata akan mengganggu proses penangkapan bayangan oleh retina mata,” ujar Dokter Budi.

Pada malam hari, penglihatan orang yang mulai terkena katarak akan sangat berkurang. Jika mata mulai susah melihat ketika ada cahaya redup, ada baiknya segera berkonsultasi ke dokter.

Kemudian, bagi orang penderita miopi atau rabun jauh memang diwajibkan pemakaian kacamata. Namun tetap harus diperhatikan, jika dipakai terlalu sering dan cepat mengganti kacamata, bisa jadi itu juga adalah gejala awal katarak.

Melihat suatu obyek seakan ada dua juga menjadi gejala umum yang dialami oleh penderita katarak. “Bukan hanya katarak, kondisi ini bisa menjadi gejala penyakit lain seperti diabetes atau hipertensi,” pungkasnya.

Pada orang penderita katarak, jika ia terpapar cahaya berintensitas tinggi akan sangat menyakitkan. Orang dengan katarak akan merasa lebih sensitif dan mengalami sakit yang luar biasa di sekitar mata ketika terpapar cahaya berintensitas tinggi.

Dan gejala yang terakhir adalah ketika seseorang membaca tulisan berlatar belakang putih. Ini membuat penderita katarak kesulitan menafsirkan tulisan. Karena, kabut atau kekeruhan yang menyelimuti lensa akan menafsirkan wana senada dengan warna yang lebih banyak pada latar belakang.

Hingga hari ini, Indonesia masih darurat penderita katarak. Memang, para penderitanya adalah orang-orang lanjut usia. Tapi, tidak menutup kemungkinan anak-anak muda bebas katarak. Jika ada gejala seperti di atas ditemukan, segeralah berkonsultasi ke dokter.(ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat