Ketahui Empat Tingkat Nyeri Akibat Pengapuran Sendi Lutut

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Osteoarthritis (OA) atau pengapuran sendi pada lutut adalah penyakit degeneratif yang banyak terjadi pada usia di atas lima puluh tahun. Masalah ini muncul akibat menipisnya bantalan sendi. Untuk mengetahui penanganan dan seberapa parah OA ini, maka ada empat tingkat derajat berat kerusakan (grade/stadium) yang perlu diketahui.

Untuk menangani pasien yang mengalami nyeri pada lutut akibat osteoarthritis, dr. M. Hardian Basuki, Sp.OT. Dokter Spesialis Ortopedi RS Al-Irsyad Surabaya menuturkan, sebelumnya perlu diketahui grade derajat berat kerusakan sendi. Grade ini terbagi menjadi empat.

Pada stadium 1 atau 2, biasanya pada penanganan pasien yang mengalami nyeri masih dapat dilakukan terapi konservatif nonoperatif dengan latihan penguatan otot lutut atau bisa dibantu dengan fasilitas fisioterapi.

Namun, untuk dapat melakukan terapi, diutarakan dr. Hardian, syarat utama menurunkan berat badan dan bersepeda adalah hal yang harus dilakukan pasien. “ini adalah anjuran yang wajib jika mau untuk tidak mengarah pada tindakan operasi,” ujarnya.

Karena jika sudah memasuki grade 3 atau 4, lanjut dr. Hardian, maka olahraga ataupun fisioterapi sudah tidak bisa banyak membantu, meski masih memungkinkan bisa membantu memperingan rasa nyeri.

“Tapi kerusakan yang sudah sangat parah yang terjadi pada lutut tersebut tidak bisa diperbaiki dengan fisioterapi. Bahkan, pada beberapa kasus, hingga dilakukan ganti sendi,” ungkap dr. Hardian.

Dokter Hardian pun menuturkan, apabila hasil pemeriksaan radiologi (rontgen) yang dilakukan untuk menentukan level dari osteoarthriris sebelum dilakukan suatu tindakan menyatakan sendi sudah rusak.

Namun ternyata fungsionalnya masih baik, maka dokter tidak akan mengambil tindakan apapun pada lutut tersebut, “Jadi kita tidak obati melihat dari hasil rontgennya, tetapi kami mengobati gejala klinisnya.”

Beberapa contoh kasus yang ditemui ialah, beberapa pasien dengan usia 60 tahun, merupakan pesepeda, kerusakan lututnya sudah berada pada grade 3-4, tetapi tidak merasakan nyeri. Maka, untuk kasus seperti itu, tidak perlu dilakukan tindakan operasi. 

Jika ada kecocokan antara gejala klinis dengan radiologis, maka tentunya pasien dengan grade 3-4 ini sudah sampai pada merasakan nyeri yang luar biasa.

“Biasanya datang dengan tongkat, serta gangguan aktivitas seperti salatnya sudah tidak bisa dilakukan secara normal dan perlu duduk di kursi,” ungkapnya.

Oleh karena itu, pengambilan tindakan pada pasien osteoarthriris tidak hanya pada hasil pemeriksaan radiologi semata, tetapi gejala nyeri yang dirasakan.

Bahkan, jika dokter menyarankan untuk tindakan operatif, maka tentu pasien juga harus didukung pula dengan fisioterapi, baik sebelum (pre-op) maupun sesudah (post-op) dilakukan tindakan operasi. (nin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat