Ketahui Beragam Risiko Penyakit yang Mengintai saat Puasa Ramadan

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Asupan makanan dapat berkurang atau justru berlebih ketika menjalani ibadah puasa Ramadan. Dengan kondisi yang seperti itu, tiap orang akan rentan terhadap sejumlah penyakit yang biasa menyerang di saat berpuasa.

Tak hanya tentang asupan yang masuk ke dalam tubuh, pola atau kebiasaan makan seseorang selama menjalani puasa Ramadan juga rentan menimbulkan beberapa masalah kesehatan pada tubuh. Misalkan perut terasa kembung yang menjadi salah satu gejala, bahwa ada yang salah dalam pola makan Anda.

Refluks Asam Lambung

Kondisi asam lambung naik hingga kerongkongan dapat dikenal dengan istilah gastroesophageal reflux disease (GERD) atau refluks asam lambung. Kondisi ini kerap ditandai dengan adanya sensasi terbakar pada dada atau heartburn yang membuat seseorang merasa tak nyaman.

GERD dapat terjadi karena kebiasaan yang sering dilakukan seseorang, yakni langsung tidur atau berbaring setelah makan sahur. Makan dalam jumlah besar ketika berbuka puasa juga dapat memicu naiknya asam lambung. Apalagi jika ditambah dengan konsumsi minuman berkarbonasi, minuman berkafein, serta makanan pedas dan asam.

Untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya tiap orang memberi jeda antara makan sahur dengan tidur selama dua jam. Serta, makan secukupnya ketika buka puasa tiba.

Perut Kembung

Menu berbuka puasa harus benar-benar diperhatikan untuk terhindar dari risiko perut kembung. Jauhi hidangan seperti minuman bersoda dan makanan berlemak dapat memicu gas berlebih dan membuat perut terasa kembung.

Dengan mengatur komposisi makan yang seimbang, maka dapat membuat perut kembung menjauh. Ahli gizi Marya W Haryno melansir cnnindonesia.com menyarankan untuk memenuhi kebutuhan energi seperti karbohidrat, protein, lemak sehat, dan mikronutrien 40-50 persen saat sahur. Setelah itu, penuhi lagi sebanyak 10-20 persen kebutuhan energi saat berbuka puasa.

Insomnia
Mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat ternyata dapat meningkatkan kadar glukosa yang bisa mengganggu siklus tidur. Dengan begitu, bila berbuka puasa dengan asupan karbohidrat yang berlebih maka dapat membuat seseorang mengalami insomnia atau sulit tertidur.

Perasaan Lesu

Selain minimnya aktivitas yang dilakukan ketika berpuasa sehingga menyebabkan lesu, faktor asupan gula yang dikonsumsi terlalu berlebihan pun juga dapat membuat seseorang merasa lesu. Untuk menghindari hal tersebut, maka tetaplah bergerak selama menjalani puasa. Jangan lupa untuk tetap melakukan olahraga ringan agar kesehatan tubuh senantiasa terjaga.

Pusing

Ahli Gizi Jovita Amelia mengatakan bahwa kepala pusing saat Ramadan umumnya disebabkan oleh dehidrasi. Dehidrasi sering kali ditandai oleh mulut kering, lemas, disorientasi, hingga pingsan.

Penuhi asupan cairan harian saat sahur dan berbuka puasa sebagai solusi untuk menghindari dehidrasi. Sebaiknya konsumsi sebanyak delapan gelas air putih per hari. Selain itu, hindari minuman berkafein seperti beberapa jenis teh dan kopi saat sahur juga bisa membantu terlindung dari ancaman dehidrasi.

Diare

Diare menjadi salah satu penyakit yang biasa mengintai seseorang ketika berpuasa. Sebab, kebiasaan makan yang kurang bersih serta makan makanan pedas kerap menjadi alasan seseorang mengalami diare.

Memilah makanan yang baik saat berbuka puasa pun menjadi saran yang tepat agar tidak menimbulkan penyakit diare yang muncul saat puasa. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat