Ketahui Beberapa Kesalahan yang Sering Dilakukan Ketika Mencuci Tangan

Rsalirsyadsurabaya.co.id –  Dalam memperingati Hari Cuci Tangan Sedunia yang bertepatan pada tanggal 15 Oktober 2021, pentingnya mengetahui beberapa kesalahan yang masih sering dilakukan tiap orang ketika mencuci tangan. Padahal mencuci tangan dapat membantu mengurangi risiko penularan penyakit.

Masa pandemi COVID-19, mencuci tangan menjadi salah satu protokol kesehatan yang harus dipatuhi. Akan tetapi, masih banyak orang yang melakukan kesalahan saat mencuci tangan. Kesalahan tersebut menjadikan cuci tangan tak efektif dalam melindungi diri dari kuman, bakteri maupun virus.

Mencuci tangan disinyalir ampuh dalam mencegah penularan COVID-19, tetapi tak sekadar mencuci tangan dengan membasuhnya menggunakan air, tetapi perlu memperhatikan aturan cuci tangan yang benar.

Berikut ini beberapa kesalahan mencuci tangan yang kerap dilakukan banyak orang, dilansir cnnindonesia.com:

Mencuci tangan terlalu sebentar

Sebuah studi dari Michigan State University yang diterbitkan dalam Journal of Environmental Health menemukan, 95 persen orang tidak mencuci tangan dalam waktu yang disarankan.

Penelitian menemukan, rata-rata orang hanya menghabiskan waktu selama 6 detik untuk mencuci tangan. Terlebih lagi, sebanyak 15 persen pria dan 7 persen perempuan tak terbiasa mencuci tangan setelah menggunakan kamar mandi.

Tidak membersihkan celah-celah

Selain mencuci tangan dengan waktu yang sebentar, banyak orang yang tidak membersihkan celah-celah tangan. Padahal, tangan akan tetap kotor jika hanya menggosokkan sabun di antara kedua telapak tangan lalu membilasnya.

“Kuman suka bersembunyi di bawah kuku dan di sela-sela jari. Jadi, Anda harus menggosok area tersebut setiap mencuci tangan,” ujar ahli kesehatan Roshini Raj/

Menggosok dengan benar adalah kunci untuk menghilangkan kotoran dan berbagai mikroba dari kulit.

Tangan tak dikeringkan dengan tuntas

Raj juga menyampaikan jika mencuci tangan tak akan berguna bila tak dikeringkan dengan tuntas. Ia mengingatkan bahwa kuman akan senang berkembang biak dalam kondisi lembap seperti tangan yang basah.

Raj pun menyarankan untuk menggunakan tisu dapur untuk mengeringkan tangan alih-alih alat pengering. Sebuah tinjauan studi menyimpulkan bahwa tisu dapur lebih unggul daripada alat pengering dalam mengeringkan tangan.

Mencuci tangan hanya setelah dari kamar mandi

Risiko terpapar kuman muncul di mana saja, termasuk saat menyentuh permukaan yang berada di tempat publik seperti tombol lift, gagang pintu, ATM, dan lain-lain. Dengan begitu, mencuci tangan dianjurkan dilakukan setiap saat, bukan hanya setelah dari kamar mandi saja.

“Kebanyakan orang hanya mencuci tangan setelah dari kamar mandi. Tapi Anda harus mencuci tangan secara berkala sepanjang hari, terutama selama musim penyakit,” tegasnya.

Untuk itu, tiap orang disarankan untuk membawa hand sanitizer ke mana pun bepergian. Pastikan hand sanitizer mengandung alkohol minimal 60 persen agar efektif membunuh kuman.

Tidak menggunakan sabun

Hal yang juga kerap menjadi kesalahan banyak orang ketika mencuci tangan adalah tidak menggunakan sabun. Mereka beranggapan mencuci tangan cukup dengan menggunakan hand sanitizer. Anggapan tersebut membuat orang kerap mencuci tangan hanya dengan air saja.

Hand sanitizer yang mengandung alkohol memang ampuh membunuh kuman. Namun, ada beberapa jenis kuman atau bahan kimia berbahaya yang tak bisa dibunuh oleh sekadar hand sanitizer. Mencuci tangan dengan air dan sabun tetap menjadi cara terbaik.

Hindari berbagai kesalahan mencuci tangan di atas agar Anda bisa terlindungi dari paparan kuman, bakteri dan virus, terutama di saat masa pandemi COVID-19 sekarang. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat