Ketahui Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan saat Menyusui

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ibu menyusui atau calon ibu saat menyusui. Misalnya tentang penyebab ASI (Air Susu Ibu) tidak lancar.

dr. Nurita Alami Dwi Wijayanti, Sp.A RS Al Irsyad Surabaya menyampaikan penyebab ASI tidak lancar bisa terjadi karena kurang pengetahuan tentang ASI dan menyusui, tidak ada dukungan keluarga terutama suami, tidak ada dukungan dari tenaga kesehatan, posisi dan pelekatan salah, payudara bengkak, abses payudara, mastitis, putting tenggelam, bayi sakit dan ibu sakit.

Beberapa hal berikut ini perlu diperhatikan agar manajemen laktasi dapat terus berjalan dengan lancar:

1. Frekuensi pemberian ASI

Disarankan untuk memerhatikan frekuensi pemberian ASI, yaitu sekitar 8-12 kali dalam 24 jam. Tujuannya bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, tetapi juga membantu menjaga produksi ASI agar terus bertambah banyak.

Beberapa hari setelah dilahirkan, umumnya bayi akan menyusu setiap 1-2 jam di siang hari dan beberapa kali saja di malam hari. Rata-rata durasi menyusu adalah 15-20 menit untuk tiap payudara.

2. Tanda kecukupan ASI yang diberikan

Pahami juga tanda-tanda bayi sudah cukup ASI atau belum. Jika asupan air susu memadai, air seni bayi akan berwarna kuning jernih. Setelah bayi menyusu dengan cukup dan kenyang, payudara ibu akan terasa lebih lunak, dan bayi akan terlihat puas.

Selain tanda-tanda tersebut, perhatikan juga kenaikan berat badan Si Kecil. Berat badan bayi yang sehat cenderung bertambah sekitar 18-28 gram setiap hari, selama tiga bulan pertama usianya.

3. Asupan makanan yang dikonsumsi ibu

Beberapa jenis makanan dianggap dapat memicu reaksi negatif pada bayi, yaitu cokelat, bumbu rempah, jeruk, kubis, bunga kol, dan brokoli. Namun, tidak semua bayi memiliki reaksi yang sama.

Ibu menyusui perlu membatasi konsumsi makanan dan minuman berkafein. Selain itu, hindari mengonsumsi minuman maupun makanan yang mengandung alkohol, untuk mencegah masuknya alkohol ke dalam ASI.

4. Masalah saat menyusui

Waspadai beragam masalah yang sering timbul saat menyusui, seperti nyeri payudara, luka pada puting, penyumbatan air susu, mastitis, dan abses payudara. Bunda disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter kandungan secara berkala, agar masalah ini dapat dicegah dan ditangani sejak dini.

5. Kondisi kesehatan Bunda

Agar proses laktasi berjalan lancar, Bunda perlu menjaga kesehatan dengan baik. Caranya adalah dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, beristirahat dan minum air putih yang cukup, serta mengelola stres.

Jika Bunda sedang sakit, proses menyusui sebenarnya tetap bisa dilakukan. Namun bila Bunda terkena penyakit menular, seperti flu, hindari berada di dekat Si Kecil untuk sementara waktu, agar ia tidak tertular. Setidaknya, gunakan masker penutup hidung dan mulut, serta selalu cuci tangan sebelum menyusui Si Kecil.

Pada ibu menyusui yang perlu menjalani pengobatan khusus, terutama pengobatan jangka panjang, misalnya dengan kemoterapi, radioterapi, obat antiansietas, atau obat antimigrain, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui efek sampingnya terhadap bayi.

Beberapa cara di atas merupakan cara manajemen laktasi yang bisa dimulai sejak awal kehamilan. Bunda yang memiliki masalah dalam manajemen laktasi dapat berkonsultasi dengan konsultan laktasi atau dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat