Ketahui Beberapa Faktor Penyebab Alergi yang Terjadi pada Anak

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Alergi dapat ditemukan pada siapa saja, tak terkecuali anak-anak. Penyebab alergi pun beragam, ada sejumlah faktor penentu, seperti kelahiran Caesar yang rentan membuat alergi pada anak.

Alergi sendiri merupakan reaksi abnormal sistem imun terhadap sesuatu yang tidak berbahaya buat kebanyakan orang. Substansi pemicu alergi pada anak atau alergen biasanya berupa makanan, debu, serbuk sari tanaman, atau obat.

Jika anak sudah terpapar oleh alergen maka akan timbul reaksi alergi, antara lain seperti kesulitan bernapas, sesak, batuk, sakit perut, muntah, diare, mata gatal, atau timbul ruam pada kulit.

Namun selain alergen, ada pula beberapa faktor penyebab alergi yang terjadi pada anak.

Proses Kelahiran

Salah satu penyebab alergi pada anak adalah kelahiran Caesar. Seperti yang diungkapkan oleh Profesor Budi Setiabudiawan, Konsultan Alergi dan Imunologi Anak, bahwa anak yang lahir Caesar lebih rentan mengalami alergi daripada anak lahir normal (vaginal birth).

“Kalau dia lahir secara Caesar, perkembangan mikrobiota normal di usus akan terlambat, tidak akan optimal sehingga terjadi perubahan pada sistem imun anak dan berisiko timbul di kemudian hari,” ujarnya.

Dalam sebuah penelitian dari jurnal Nature menyebut, bahwa anak lahir Caesar lebih banyak terpapar mikrobiota dari lingkungan yang ada di rumah sakit. Dengan demikian, perlunya waspada ketika melahirkan anak secara Caesar.

Riwayat Orang Tua

Selain itu, Budi seperti dilansir dari CNN juga menuturkan bahwa orang tua dengan riwayat alergi ternyata turut berkontribusi pada alergi anak.

Anak dapat memiliki risiko 40 hingga 60 persen mengalami alergi jika kedua orang tua memiliki riwayat alergi, sedangkan jika hanya salah satunya, ayah atau ibu yang mengalami alergi maka, risikonya sebesar 20-40 persen.

Namun, meskipun orang tua tak memiliki alergi, Budi juga menerangkan bahwa anak juga tetap memiliki risiko alergi sebesar 5-15 persen. “Apabila dikenali dini, ditangani dini optimal tata laksana, maka bisa mencegah berlanjut ke penyakit seperti eksim, asma, atau rhinitis alergi. Kalau terlambat diagnosa, akan muncul dampak-dampak disebabkan penyakit alergi, dari sisi kesehatan misalnya meningkatkan risiko penyakit degeneratif seperti obesitas, hipertensi, atau sakit jantung,” jelasnya.

Faktor Risiko

Ada pula beberapa faktor yang bisa memperbesar risiko alergi terhadap anak, yakni:

– Minimnya paparan sinar matahari, sehingga anak dapat mengalami defisiensi vitamin D. Padahal vitamin D berperan dalam sistem imun tubuh

– Paparan asap rokok juga polutan lingkungan

– Pengenalan makanan padat yang tertunda. Umumnya anak berkenalan dengan makanan pendamping ASI (MPASI) saat masuk usia 6 bulan

– Diet rendah asam lemak omega 3 (n-3 PUFA), antioksidan, dan serat. Asupan omega 3 berperan dalam meningkatkan sistem imun tubuh. Sedangkan serat berperan menyehatkan saluran cerna dengan menjaga keseimbangan bakteri yang turut berpengaruh dalam sistem imun.

Itulah tiga faktor penyebab alergi pada anak, sehingga bagi orang tua penting untuk mengetahui hal tersebut dan menjaga anak agar tidak terjadi alergi. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat