Ketahui Bahaya Penggunaan Minyak Bekas Pakai

Rs-alirsyadsurabaya.co.id – Larangan bagi peredaran minyak curah sempat dilayangkan oleh pemerintahan karena dinilai berbahaya untuk kesehatan. Kualitas dari minyak curah tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan karena tidak melewati pengawasan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Mengutip dari CNNIndonesia, Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita mengatakan bahwa minyak goreng curah tidak ada jaminan kesehatan sama sekali, sehingga harus ditarik peredarannya.

Minyak curah sendiri merupakan minyak bekas pakai yang diambil dari restoran dan warung makan besar untuk kemudian didistribusikan kembali ke pedagang pasar dan dijual secara eceran.

Minyak yang bekas pakai tersebut kemudian dinilai taka man untuk dikonsumsi. Seperti yang telah disampaikan pada penelitian terkait penyebaran sel kanker payudara dari kebiasaan mengonsumsi minyak curah.

Penelitian yang dipublikasikan pada Maret 2019 ini menemukan bahwa minyak goreng yang telah mengalami beberapa kali pemanasan dapat meningkatkan metastasis kanker payudara. Metastasis merupakan gerakan penyebaran sel kanker dari organ utama menuju organ tubuh lainnya.

Studi yang dilakukan sejumlah peneliti dari University of Illinois tersebut melakukan penelitian pada sejumlah tikus yang telah disuntikkan sel kanker payudara. Peneliti membagi dua kelompok tikus. Kelompok pertama mengonsumsi minyak segar, sedangkan kelompok kedua mengonsumsi minyak bekas pakai.

Dari penelitian itu, didapat hasil sel kanker payudara menyebar secara agresif ke organ tubuh lainnya seperti kelenjar getah bening, hati, dan paru-paru.

“Mereka (sel kanker pada tikus dengan minyak curah) mengalami transformasi yang lebih agresif. Penyebaran juga terjadi pada kelompok tikus yang mengonsumsi minyak segar, tapi (metastasis kanker) tidak seagresif dan seluas itu,” ujar peneliti utama, William G Helferich.

Terlepas dari hasil studi tersebut, minyak bekas memang berpotensi menjadi tempat berkembangnya bakteri jahat. Minyak bekas yang telah lama tak digunakan diketahui mengandung radikal bebas yang dapat memicu risiko kanker.

Selain itu, penggunaan minyak bekas pakai juga dapat menyebabkan ateroskerosis yang dapat meningkatkan kolesterol jahat dalam tubuh. Serta dapat menyebabkan sejumlah masalah seperti risiko penyakit jantung, Alzheimer, Parkinson, dan radang tenggorokan.

Idealnya, minyak digunakan untuk sekali pakai. Namun, pada beberapa kasus, minyak kerap digunakan untuk beberapa kali pakai.

Minyak bekas yang akan kembali digunakan harus melewati beberapa proses terlebih dahulu. Minyak sisa harus didinginkan dan dipindahkan ke dalam wadah kedap udara. Hal itu dilakukan untuk menghilangkan partikel makanan yang dapat merusak minyak lebih cepat.

Jangan lupa untuk memeriksa warna dan ketebalan setiap kali akan menggunakan minyak bekas pakai. Jika warna telah berubah gelap, artinya minyak tak bisa digunakan kembali. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat