Ketahui Aritmia, Sakit Jantung yang Diidap Gus Sholah

Rs-alirsyadsurabaya.co.id – Kemarin (2/2), sosok ulama kenamaan Indonesia, sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng berpulang. Pria yang kerap disapa Gus Sholah tersebut dikabarkan mengidap sakit jantung. Dan ia telah berulang kali masuk rumah sakit karena penyakit yang disebut dengan aritmia. Seperti apakah penyakit aritmia itu?

Gus Sholah atau KH. Sholahuddin Wahid wafat pada pukul 20.59 WIB di RS Harapan Kita Jakarta. Ia menjalani perawatan di RS ini sejak tanggal 31 Januari lalu. Gus Sholah mengidap penyakit jantung yang disebut Aritmia. Penyakit ini adalah penyakit gangguan irama jantung. Penderita biasanya merasakan irama jantungnya terlalu cepat, lambat, dan terkadang juga tidak beraturan.

Selain menderita penyakit tersebut, Gus Sholah juga ternyata telah memasang enam ring jantung. “Beliau sakit jantung, sudah pasang ring 6. Setengah bulan lalu sudah masuk RS, terus tiga hari pulang, berangkat lagi (ke rumah sakit),” ujar Gus Salam yang juga sepupu Gus Sholah, dikutip dari Republika. Kemudian, dikarenakan kelainan irama jantung tersebut, akhirnya Gus Sholah menjalani operasi ablasi.

Aritmia ini bisa berbahaya bisa juga tidak. Kondisi ini dapat terjadi pada orang yang baru saja selesai berolahraga, dipicu stres, dan terlalu banyak konsumsi kafein. Selain hal tersebut, aritmia juga dapat menjadi penanda serangan jantung, gagal jantung kongesif hingga penyakit arteri koroner.

Menurut keterangan dari Indonesia Heart Rhythm Society Meeting (InaHRS), aritmia dibedakan dalam dua kelompok. Yakni, bradiaritmia yang merupakan laju jantung yang terlalu lambat dengan kisaran 60 kali detak per menit. Dan, takiaritmia yang merupakan laju jantung terlalu cepat dengan kisaran lebih dari 100 kali per menit.

Dalam pemaparan oleh dr. Dicky Armein Hanafy, Sp.JP (K), FIHA, Ketua InaHRS, aritmia dapat mengenai semua usia, dari bayi hingga lansia. “Yang utama itu adalah berdebar. Setidaknya 41 persen pasien terbukti memiliki aritmia. Berdebar adalah salah satu gejala aritmia yang sering membuat pasien berobat ke dokter spesialis jantung,” tuturnya, dilansir dari Suara.

Berdebar yang dimaksud tidak hanya terbatas pada denyut jantung. Namun, keluhan seperti denyut jantung tidak teratur dan terasa lebih kuat, ada jeda, hingga menimbulkan rasa sakit di dada ini dapat menjadi tanda aritmia membahayakan.

“Pasien akan merasakan sensasi tidak menyenangkan dari denyut jantung mereka. Akan ada perasaan tidak nyaman, peringatan, dan rasa sakit yang tidak biasa. Kesadaran ini akan membuat mereka hanya fokus pada denyut jantungnya,” lanjutnya.

Selain hal tersebut, dr. Dicky juga mengungkap bahwa spektrum penyakit ini sebenarnya lebih luas. Beberapa pasien juga merasakan kliyengan, pingsan, stroke, bahkan kematian mendadak. Adapun, gejala lesu dan pusing juga dapat terjadi jika seseorang mengalami aritmia.

“Jika terdapat    gejala ini, segera konsultasikan ke dokter. Kepedulian pada aritmia sesungguhnya akan sangat membantu dalam mengatasi salah satu masalah kesehatan di Indonesia,” terang Ketua InaHRS itu.

Sementara itu, diungkapkan oleh dr. Diah Rachmania, Sp.JP, FIHA, Dokter Spesialis Jantung di Rumah Sakit Al-Irsyad Surabaya, apabila aritmia sering terjadi, maka bisa dideteksi lebih lanjut dengan perekam jantung biasa. “Jika aritmia ini jarang terjadi, biasanya dideteksi dengan holter atau melakukan perekaman jantung dengan ECG selama 24 jam hingga seminggu. Dari pendeteksian ini baru bisa ditentukan aritmia apa yang menyerang pasien,” jelasnya.

Dari pendeteksian itu, dokter baru dapat menentukan perawatan seperti apa yang tepat untuk pasien. Bisa dengan terapi obat-obatan, pemasangan alat pacu jantung ICD (Implantation Cardiac Defibriliatin), hingga operasi ablasi.

Saat ini, di Rumah Sakit Al-Irsyad Surabaya telah mampu mendeteksi penyakit ini dengan holter. Dengan begitu, bahaya dari aritmia dapat berkurang, yang didukung pula oleh para dokter spesialis jantung berpengalaman yang siap membantu kesembuhan para pasien. (ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat