Kesemutan Bisa Jadi Gejala Awal Stroke

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Sering kali gejala dari penyakit stroke berupa kelumpuhan atau kesulitan dalam berbicara. Namun rasa tak nyaman yang dirasakan ketika kesemutan ternyata bisa juga merupakan gejala awal stroke.

Kesemutan adalah sensasi abnormal pada kulit ketika saraf menerima tekanan berat dalam waktu yang cukup lama. Dalam bahasa medis, kesemutan disebut dengan paresthesia. Rasa kebas dan menggelitik yang tak nyaman di bagian tubuh yang rutin digunakan merupakan tanda kesemutan.

Kesemutan pada sakit stroke biasanya terjadi hanya di satu sisi tubuh dan disertai gangguan syaraf lainnya, misalnya kelumpuhan sebelah sisi. Dalam artikel Kompas.com, kesemutan pada stroke biasanya disebabkan sumbatan pembuluh darah di otak yang mengakibatkan kerusakan saraf setempat.

Pembuluh darah yang tersumbat sesaat menyebabkan aliran darah ke otak melambat atau terhenti sehingga mengakibatkan gejala gangguan saraf sesaat seperti yang dialami oleh penderita stroke.

Umumnya serangan stroke selintas terjadi selama 30 menit hingga dua jam dan kemudian penderitanya kembali normal. Serangan selintas itu menyebabkan kebas atau tak merasakan sebagian tubuh, gerak tubuh melemah tiba-tiba, kesemutan, dan berbicara tidak nyambung atau kata-katanya tidak terstruktur.

Jika menemui gejala tersebut, menandakan seseorang mengalami stroke ringan, yaitu gejala stroke yang berlangsung dengan waktu yang lebih sebentar dan biasanya bisa kembali ke semula dalam waktu cepat.

Ada pula gejala lainnya yakni muncul rasa kebas separuh badan, lumpuh separuh badan, buta sebelah mata, sukar bicara, pusing, penglihatan ganda dan kabur. Gejala tersebut berlangsung beberapa menit atau kurang dari 24 jam.

Hal tersebut dapat terjadi waktu tidur atau baru bangun. Kondisi tersebut harus segera ditangani karena dapat berkembang menjadi stroke berat.

“Mau stroke ringan atau stroke berat, sudah harus segera ke rumah sakit. Karena kalau dia ke rumah sakit kan dokter akan melihat dan melakukan pemeriksaan. Yang terpenting sebenarnya kita mengetahui jenis strokenya apa. Karena ringan bisa berkembang jadi berat,” ungkap dr. Sahat Aritonang, Sp.S, Msi, Med, FINS, FINA, pakar kesehatan saraf Indonesia.

Ketika mengalami stroke ringan, bisa saja awalnya bagian tertentu dari tubuh misalnya tangan masih bisa digerakkan, namun lama kelamaan menjadi semakin berat.

Ini dikarenakan tekanan di otaknya semakin tinggi dan mempengaruhi fungsinya. Atau stroke ringan yang terjadi karena sumbatan, bisa jadi sumbatan yang ada menjadi makin bertambah sehingga suplai darah ke bagian otak tertentu jadi terhenti. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat