Kesadaran Tentang Laktasi Bagi Bayi Harus Ditingkatkan

Rsalirsyadsurabaya.co.id –  Kesadaran laktasi untuk bayi di Indonesia masih sangatlah kurang. Untuk itu, ada beberapa hal yang perlu dipahami tentang pentingnya pemberian ASI bagi bayi.

Di Indonesia sendiri, telah mengenal Peraturan Pemerintah, Permenkes, hingga UU yang mengatur mengenai laktasi (menyusui), namun menurutnya, pada kenyataannya, hal tersebut masih jauh ditegakkan, baik dari tenaga nonmedis, maupun tenaga medis itu sendiri.

Di Indonesia saat ini memang belum banyak RS yang mendukung pemberian ASI pada bayi yang baru lahir di RS tersebut. Sehingga bayi yang baru lahir sudah dikenalkan dan diberi susu formula, tanpa menghiraukan pentingnya standar emas makanan bayi.

Padahal, bayi memiliki standar emas makanan, antara lain Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan rawat gabung, ASI eksklusif, Makanan Pendamping ASI (MPASI), dan menyusui hingga dua tahun. Empat hal ini adalah standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Inisiasi menyusui dini dan rawat gabung adalah hal yang menjadi tahap awal untuk membantu memantapkan insting menyusu pada bayi dan pelekatan mulut bayi pada payudara.

Oleh karena itu, rawat gabung diperlukan untuk memastikan proses menyusui dimulai secara optimal. Dengan rawat gabung, ibu juga dapat beristirahat sambil tetap menyusui sesuai keinginan bayi.

Rawat gabung membantu ibu mengenali tanda-tanda bayinya saat lapar, bagaimana bayinya saat kenyang, bagaimana gelisah bayinya saat sedang buang air kecil maupun buang air besar. Sehingga saat pulang ke rumah, ibu telah mengenali bayinya, dan tidak kebingungan mengurus bayinya.

Sementara itu, ASI eksklusif, yakni menyusui bayi tanpa memberi asupan atau tambahan apapun selain ASI, bahkan tidak juga air putih selama enam bulan.

Jika sudah melewati enam bulan, maka selanjutnya adalah memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI). Karena saat bayi berusia 6-12 bulan, bayi perlu mulai dikenalkan dengan makanan selain ASI guna melatih usus bayi untuk belajar mencerna makanan lain. 

Pada tahap terakhir standar emas makanan bayi, bayi dibiarkan menyusui hingga dua tahun selama ia masih meminta.

Pemenuhan standar emas makanan bayi sangat erat dengan kepuasan bayi saat proses laktasi. Menurut konselor laktasi tersebut, tandanya dapat dilihat dari bayi yang tidak rewel, tenang berada di samping ibunya, serta lancar dalam buang air kecil dan buang air besar, di mana berarti ada proses keluar-masuk makanan. 

Selain dengan adanya pemenuhan standar emas makanan bayi, maka akan muncul dampak positif ASI bagi tumbuh kembang bayi. Hal ini dapat dilihat melalui Kartu Menuju Sehat (KMS) saat mengajak bayi ke posyandu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat