Kerja dari Rumah, Waspadai Computer Vision Syndrome

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Situasi pandemi Covid-19 merevolusi hampir setiap sektor pekerjaan. Kebijakan baru dengan bekerja dari rumah pun dijalankan untuk menekan penularan COVID-19. Namun, jika lengah akan kesehatan, khususnya mata, maka Anda bisa terkena Computer Vision Syndrome (CVS).

Dilansir dari laman Kemenkes RI, CVS adalah sekumpulan gejala pada mata dan leher yang disebabkan oleh penggunaan layar komputer atau gawai yang berlebihan. Sedangkan menurut Asosiasi Optometrik Amerika, CVS merupakan masalah mata majemuk yang berkaitan dengan pekerjaan jarak dekat yang dialami seseorang ketika menggunakan komputer.

“Ini sebuah sindrom akibat terlalu lama menatap layar gadget atau komputer terlalu lama. Gejalanya seperti mengantuk, mata lelah. Tapi, tiap orang juga bisa berbeda gejalanya,” kata dr. Dianawati Koesoemowardani, Sp.M, Dokter Spesialis Mata RS Al Irsyad Surabaya.

Mengutip jurnal kesehatan masyarakat Nopriadi, dkk yang diterbitkan di situs jurnal elektronik Universitas Hasanuddin Makassar, banyak faktor yang bisa menyebabkan CVS. Faktor tersebut di antaranya, lingkungan, individual, dan komputer.

Gejala CVS umumnya, seseorang mengalami ketegangan dan kelelahan pada mata, iritasi, pandangan kabur, sensasi terbakar, mata kering, dan gangguan lainnya. Menurut data dalam jurnal tersebut, di Malaysia disebutkan sebanyak 61,4 persen pekerja mengalami nyeri punggung bawah, bahu, dan leher.

Kemudian, keluhan ketegangan pada mata sebesar 70,6 persen juga terjadi pada para pekerja-pekerja yang berhubungan langsung dengan komputer,

“Ketahanan mata tiap orang beda. Yang muda lebih tahan daripada yang tua. Batasi penggunaan hp, kalau sudah nggak ada hal penting, taruh dan jauhkan hp,” saran dr. Diana.

Dalam situasi seperti sekarang di mana beberapa otoritas daerah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka menekan penularan virus korona di Indonesia, beberapa sektor pekerjaan pun diwajibkan untuk membuat kebijakan bekerja di rumah untuk stakeholder terkait. Tak heran, jika nantinya beberapa dari mereka mengalami CVS.

Untuk menghindari CVS, dr. Diana juga memberi saran agar mengistirahatkan mata sementara dari layar gawai. Istirahatkan mata dengan memandang sesuatu yang jaraknya 6-20 meter.

Hindari juga memandang objek yang terlalu redup atau terang seperti melihat keluar jendela saat matahari sedang terik-teriknya, “Mata diistirahatkan. Setiap satu jam menatap layar, istirahatkan mata dengan memandang sesuatu yang jaraknya jauh selama lima menit,” lanjutnya

“Bisa juga kita melihat obyek di luar layar hape atau yang memiliki warna alam seperti hijau. Ini membuat mata lebih rileks setelah beberapa waktu menatap layar komputer,” imbuh dokter spesialis mata tersebut.

Pengobatan tersebut dikenal dengan prinsip 20-20-20. Dengan melakukan hal tersebut, ketegangan, kelelahan, iritasi, dan gangguan mata lain yang berhubungan dengan CVS dapat dihindari. (ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat