Kenali Temuan Gejala-gejala Baru Terkait Infeksi Virus Korona

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Hingga kini pasien positif virus korona (COVID-19) semakin meningkat. Para ahli telah mencoba mempelajari karakter virus untuk menemukan vaksin yang tepat agar kondisi saat ini segera membaik. Namun, selama mempelajari hal tersebut, mereka malah menemukan berbagai gejala baru.

Selama ini diketahui bahwa seseorang yang terinfeksi akan menimbulkan sejumlah gejala utama seperti batuk, demam, pilek, dan sesak napas. Namun seiring penyebaran virus dan bertambahnya pasien positif, ditemukan sejumlah gejala-gejala lain.

Kelelahan ekstrem

Kelelahan ekstrem bisa menjadi tanda awal COVID-19. Hal ini diungkapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang melaporkan bahwa hampir 40 persen dari 60 ribu pasien positif mengalami kelelahan ekstrem sebagai gejala awalnya.

Laporan anekdotal dari orang-orang yang telah pulih dari COVID-19 mengatakan, kelelahan dan kekurangan energi terus berlanjut selama masa pemulihan dalam beberapa pekan.

Diare dan lebih sering kencing

Intensitas buang air kecil yang tinggi dari biasanya dan disertai diare dilaporkan sebagai gejala lain. Ahli kesehatan Diana Gall mengatakan, masalah pencernaan dan perubahan aktivitas usus membuat seseorang menjadi lebih sering ke kamar mandi.

“Bagaimanapun diare dilaporkan sebagai gejala awal pasien yang kemudian terbukti positif virus korona,” ujarnya dilansir dari cnnindonesia.com.

Sebuah studi yang dipublikasikan di American Journal Gastroenterology menganalisis data dari 204 pasien dengan COVID-19 di Provinsi Hubei, Cina dan menemukan hampir 50 persen di antaranya mengalami diare, muntah, dan sakit perut.

Nyeri pada testis

Selain itu, gejala lain yang dilaporkan pada pasien pria adalah keluhan rasa sakit menusuk di alat kelamin. Padahal hasil pemeriksaan tak menemukan masalah apapun pada organ intimnya. Hal ini sesuai dengan laporan yang diberikan oleh Harvard Medical School tentang seorang pria 42 tahun yang dikonfirmasi positif korona.

Namun ketika dilakukan pemeriksaan lebih lanjut melalui scan, hasilnya menunjukkan ada kerusakan pada paru-parunya. Dua hari kemudian, barulah pria tersebut didiagnosis positif terinfeksi.

Kendati demikian, hingga saat ini belum ada penelitian ilmiah yang menjelaskan kaitan antara nyeri pada bagian organ intim dengan virus korona (SARS-Cov2).

Mata pink

Penelitian dari Cina dan Korea Selatan, serta beberapa negara lain di dunia menunjukkan sekitar 1 persen hingga 2 persen pasien COVID-19 menderita konjungtivitis atau dikenal dengan mata merah atau mata pink.

Konjungtivitis adalah kondisi yang menyebabkan peradangan pada lapisan jaringan yang tipis dan transparan yang disebut konjungtiva, biasanya menutupi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata.

Itulah mengapa para ilmuwan tak kaget bila virus korona jenis baru itu juga berakibat serupa sebagaimana virus lain. Dengan begitu, ketika mengalami mata merah atau pink maka sebaiknya segera hubungi dokter apabila disertai dengan gejala lain seperti demam, batuk, atau sesak napas.

Kulit kemerahan dan gatal-gatal

Gejala baru yang ditemukan adalah kulit kemerahan dan gatal-gatal yang diungkapkan para ahli. Lebih dari 400 ahli dermatologi telah menyaksikan gejala tersebut pada sejumlah pasien COVID-19.

Bercak kemerahan akan sangat persisten dan terlihat seperti bekas luka yang terkadang terasa menyakitkan.

“Penting bagi pasien yang memiliki masalah kulit ini untuk berkonsultasi dengan dokter kulit,” tutur persatuan dokter spesialis kulit dan kelamin Prancis (SNDV).

Selain itu, sensasi terbakar pada kulit juga menjadi salah satu gejala baru yang mungkin disebabkan oleh infeksi virus korona. Direktur Penyakit Infeksi di ProHealth Care Associates Amerika Serikat, Daniel Griffin mengatakan, sensasi ini bisa menjadi respons imun terhadap sistem saraf pasien.

Sedangkan ahli kesehatan lainnya, Vipul Shah berpendapat, sensasi terbakar menjadi salah satu tanda dari orang yang mengalami demam. Meski begitu, masih diperlukan penelitian untuk menguji kaitan antara kulit kemerahan dan gatal-gatal ini dengan penyakit COVID-19. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat