Kenali Perbedaan Psikolog dan Psikiater

Seperti gangguan kesehatan fisik, gangguan kesehatan mental juga perlu ditangani secara serius. Jika fisik sakit, maka perlu pergi ke dokter umum atau dokter spesialis penyakit tertentu. Namun, jika mengalami gejala gangguan kesehatan mental, Anda dapat pergi konsultasi ke psikolog atau psikiater.

Kedua profesi ini merupakan sama-sama profesional yang menangani masalah kesehatan mental. Selain itu, keduanya juga dapat diandalkan dalam masalah konseling atau memberikan terapi.

Meski begitu, kedua jenis profesi ini memiliki perbedaan cara kerja, baik dalam metode konseling dan juga pemberian diagnosis. Apa saja perbedaan psikolog dan psikiater? Yuk, simak paparan lengkap di bawah ini!

Perbedaan Psikolog dan Psikiater

1. Definisi

Dari segi definisi, berikut adalah perbedaan antara psikolog dan psikiater.

Psikolog adalah seseorang yang bertanggung jawab untuk mengidentifikasi gejala yang berasal dari faktor sosial, budaya, dan lingkungan. Ia melakukan pemeriksaan berdasarkan pola pikir yang mempengaruhi kerja otak dan kesehatan emosional. 

Sementara itu, Psikiater bisa dikenal juga sebagai dokter spesialis kedokteran jiwa, yaitu bertanggung jawab dengan gangguan mental dengan memberikan diagnosis dan pengobatan. 

Perbedaan lainnya dapat diuraikan sebagai berikut:

2. Latar belakang pendidikan

Psikolog menempuh pendidikan strata-1 (S1) ilmu psikologi, yang selanjutnya mengambil program magister psikologi profesi agar bisa melakukan praktik dan konseling. Di Indonesia, magister psikologi profesi dapat dibagi menjadi berbagai peminatan sebagai berikut:

Psikologi industri dan organisasi.

Psikologi perkembangan.

Psikologi pendidikan.

Psikologi sosial.

Terapan psikologi anak usia dini.

Terapan psikologi kesehatan.

Terapan psikologi sumber daya manusia (SDM).

Terapan psikologi olahraga.

Dengan begitu, saat ingin berkonsultasi ke psikolog, Anda dapat memilih psikolog sesuai dengan keahlian yang mampu menangani masalah dan keluhan Anda. 

Sementara, psikiater adalah seorang dokter yang menempuh pendidikan spesialis kejiwaan selama empat tahun. Ciri khas psikiater memiliki gelar Sp.Kj di belakang namanya.

3. Diagnosis

Saat melakukan diagnosis, psikolog mempersilahkan kliennya untuk bercerita mengenai masalah yang dihadapi. Kemudian, psikolog mempersilahkan klien untuk melakukan cognitive behavioural test guna melihat perilaku dan emosional.Tes tersebut bergantung pada masalah yang dimiliki klien. Model tes seperti kuesioner, tes IQ, hingga neuropsikologi guna melihat perkembangan kognitif dan memori. Jika gangguan mental semakin parah, psikolog akan merekomendasikan Anda untuk kontrol lebih lanjut dengan psikiater. 

Psikiater umumnya melakukan diagnosis gangguan kejiwaan secara lebih medis. Psikiater akan mempelajari semua gejala yang dialami pasien, memeriksa riwayat gangguan kesehatan yang dialami, obat-obatan yang dikonsumsi, dan hasil diskusi dengan pasien.Karena pemeriksaannya lebih medis, psikiater juga dapat memberikan rekomendasi obat-obatan atau jenis terapi untuk proses penyembuhan

4. Jenis Gangguan Mental yang Terdiagnosis

Psikolog tidak bisa melakukan diagnosis medis pada gangguan mental yang dimiliki kliennya. Lebih lanjut, klien melakukan konseling terhadap gejala yang dihadapi dari suatu kejadian, seperti masalah pekerjaan, hubungan keluarga, percintaan, kecanduan terhadap sesuatu.

Psikiater atau dokter kejiwaan mengidentifikasi gangguan mental berdasarkan akibat dari sebuah kondisi. Penyakit mental juga lebih kompleks, seperti bipolar disorder, anxiety disorder (Gangguan kecemasan), anorexia nervosa, depresi berat, skizofrenia.

5. Pengobatan yang Diberikan

Perbedaan paling mencolok antara psikiater dan psikolog adalah jenis pengobatan yang diberikan.

Psikiater, sebagai dokter spesialis kejiwaan, dapat memberikan rekomendasi terapi dan meresepkan obat-obatan.

Namun, psikolog tidak dapat meresepkan obat-obatan. Psikolog hanya dapat memberikan rekomendasi terapi dan latihan. Untuk terapi yang direkomendasikan juga sebatas kegiatan dan aktivitas, semisal meditasi, menulis jurnal, olahraga, dan melatih sugesti serta pola pikir.

Kesimpulan Perbedaan Psikolog dan Psikiater

Jika Anda mengalami gangguan mental yang menghantui aktivitas sehari-hari yang disebabkan oleh faktor sosial dan lingkungan, konsultasikan terlebih dulu dengan psikolog. Psikolog tidak memberikan diagnosis gangguan kejiwaan, tetapi dapat membantu memberi kesimpulan terhadap masalah yang mengganggu hingga pikiran, perilaku, dan emosional melalui berbagai pendekatan.

Namun, jika gangguan mental semakin parah hingga menimbulkan gejala fisik, dan tidak cukup hanya berkonsultasi dengan psikolog, kunjungi dokter spesialis jiwa atau psikiater. Ia dapat melakukan diagnosis dan memberikan obat untuk meredakan gangguan mental yang bisa menyerang fisik. Tidak jarang bagi ODGJ (Orang dalam gangguan jiwa) yang rutin berkonsultasi dengan psikiater masih tetap dalam pengawasan psikolog. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat