Kenali Penyebab Telat Datang Bulan Pada Wanita

Rs-alirsyadsurabaya.co.id – Menstruasi terjadi pada semua wanita yang telah melewati fase pubertas dan terjadi setiap bulannya secara bergantian. Namun tidak semua wanita tepat waktu ketika mesntruasi, adapula yang mengalami telat datang bulan.

Bukan hanya wanita yang telah menopause yang mengalmi menstruasi telat, namun juga dapat dialami wanita yang masih berusia belia.

Kondisi tersebut dapat terjadi karena adanya beberapa gangguan kesehatan pada tubuh atau masalah hormon. Tidak mengalami menstruasi atau adanya gangguan terhadap periode atau siklus menstruasi ini bukanlah penyakit, tetapi merupakan masalah kesehatan yang membutuhkan perhatian.

Penyebab telat datang bulan pada wanita bisa terjadi karena banyak hal, salah satunya adalah stres. Mengutip dari grid.id, dokter dari NYU Langone Medical Center, Raquel B. Dardik, MD, menyatakan stres merupakan penyebab umum telat menstruasi.

“Ketika seseorang sedang stres, maka tingkat hormon kortisol yang dapat menunda ovulasi meningkat,” ujarnya.

Stres mental juga dapat pula mengubah fungsi hipotalamus, yaitu area otak yang mengontrol hormon yang mengatur siklus menstruasi. Ovulasi dan menstruasi dapat berhenti secara sementara.

Tidak mengalami menstruasi atau telat datang bulan umumnya terjadi pada wanita hamil, menyusui, dan menopause. Tetapi jika menstruasi tidak terjadi pada saat wanita tidak sedang dalam kondisi tersebut, maka kemungkinan ia sedang mengalami gangguan hormon.

“Wanita berusia 16 tahun juga bisa mengalami gangguan hormon sehingga datang bulan menjadi telat,” lanjutnya.

Penyebab yang mendasari terjadinya masalah hormon tersebut adalah tidak memiliki indeks massa tubuh (BMI) yang tepat, adanya ketidakseimbangan hormon, mengalami gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia, dan bisa juga karena polycystic ovary syndrome (PCOS).

Selain itu dilansir tirto.id, ada pula beberapa faktor yang menyebabkan menstruasi telat, yakni gaya hidup yang tidak sehat. Berat badan yang terlalu kurus yaitu kurang dari 10 persen dari berat badan normal dapat mengakibatkan gangguan fungsi hormonal, termasuk bisa juga menghentikan ovulasi.

Wanita yang sedang mengonsumsi obat tertentu, juga dapat menyebabkan periode menstruasi berhenti, misalnya antipsikotik, kemoterapi kanker, antidepresan, obat tekanan darah, dan obat alergi.

Untuk mencegah agar menstruasi tidak telat, maka langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah hormon adalah dengan mempertahankan gaya hidup sehat. Pastikan berat badan tetap sehat, rutin berolahraga, belajar mengelola stres, dan lebih memerhatikan periode menstruasi. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat