Kenali ISPU dan Dampaknya bagi Kesehatan

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Akhir-akhir ini, kualitas udara di kota-kota besar seperti Jakarta semakin buruk. Dengan semakin buruknya kualitas udara tentu akan mengancam kesehatan. Salah satu indikator yang digunakan untuk mendeteksi kualitas udara dengan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).

Melansir dari CNN, ISPU sendiri terbagi dalam lima kategori. Kategori tersebut adalah ‘Baik (0-50)’, ‘Sedang (51-100)’, ‘Tidak Sehat (101-199)’, ‘Sangat Tidak Sehat (200-299)’, dan ‘Berbahaya (300-500)’. Semakin tinggi nilai ISPU suatu daerah maka semakin berbahaya pula dampaknya bagi kesehatan.

ISPU ditetapkan berdasar lima pencemar udara seperti, karbon monoksida, sulfur oksida, nitrogen dioksida, ozon dan partikel debu. Kemudian, terkait dengan kesehatan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah menetapkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 289 Tahun 2013 tentang Prosedur Pengendalian Dampak Pencemaran Udara Akibat Kebakaran Hutan terhadap Kesehatan. ISPU dikategorikan menjadi lima kategori. Kategori baik, sedang, tidak sehat, sangat tidak sehat, dan berbahaya.

Baik (0-50)

Udara dengan kualitas ini tidak memberi dampak negatif apapun dalam kesehatan. Komponen-komponen yang membahayakan seperti karbon monoksida, nitrogen dioksisa, sulfur dioksida, dan lainnya tidak memberi dampak signifikan terhadap kesehatan. Kualitas udara di titik ini, masih menyehatkan bagi pernafasan.

Sedang (51-100)

Dalam Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI tahun 2015, kategori kualitas udara yang sedang pun masih tidak memberi dampak membahayakan bagi kesehatan. Akan tetapi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyebut, sisi cemaran berupa partikulat. Hal ini dapat menyebabkan penurunan jarak pandang.

Tidak Sehat (101-199)

Jika suatu daerah kualitas udaranya sudah sampai pada titik ini, maka sudah harus diwaspadai. Karena, bagi beberapa orang yang rentan, dapat menimbulkan dampak kesehatan.

Kualitas udara seperti ini dapat menyebabkan iritasi pernafasan, bagi beberapa orang yang memiliki penyakit jantung dapat memperparah kondisinya. Untuk mengurangi risiko kesehatan tersebut, maka ada baiknya menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Sangat Tidak Sehat (200-299)

Di titik ini, udara di suatu daerah tersebut akan makin berbahaya dan berisiko terhadap kesehatan. Karena parahnya kualitas udara, hal ini dapat memicu penyakit pernafasan seperti, ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Bagian Atas), pneumonia, jantung, asma, dan bronkitis.

Dengan kondisi buruk ini, Kemenkes RI mengimbau pada seluruh fasilitas kesehatan di daerah tersebut memberi ruang khusus bagi orang yang mengidap penyakit pernafasan, khususnya ISPA dan pneumonia.

Berbahaya (300-399)

Ini adalah titik tertinggi sekaligus terburuk untuk kualitas udara. Beberapa orang yang sudah terkena penyakit pernafasan akan makin parah. Di sisi lain, bagi yang sehat akan mudah merasa lelah, dan perlahan juga akan terserang penyakit pernafasan. Hal ini dikarenakan sudah banyaknya zat berbahaya yang mencemari udara.

Kondisi kualitas udara yang buruk terbukti memberi dampak berbahaya bagi kesehatan. Meski penyakit karena kualitas udara buruk ini dapat diobati, akan lebih baik menjaga kualitas udara tetap bersih, segar, dan sehat.(ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat