Kenali Gejala Batu Ginjal Agar Tak Terlambat Ditangani

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Batu ginjal kerapkali menjadi masalah kesehatan serius jika tak segera ditangani. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa sakit jika menutupi saluran buang air kecil. Untuk mengetahui, gejalanya dapat dikenali dengan mudah agar dapat segera ditangani.

Kondisi batu ginjal terjadi dalam kondisi kadar garam dan mineral lainnya saling menempel di dalam urin. Terbentuknya batu ginjal dapat berupa butiran pasir hingga seukuran kerikil, “Ada yang lunak, ada yang bisa dihancurkan, ada yang lebih kristal, dan ada yang lebih padat, seperti batu,” terang Margaret Pearle, M.D, Ph.D, Profesor dan Wakil Ketua Urologi di UT Southwestern Medical Centre Dallas.

Batu-batu tersebut sebenarnya dapat keluar bersamaan dengan urin dan tanpa perawatan. Namun, ketika batu tersebut tersangkut di tempat yang tidak semestinya, disinilah dapat timbul rasa sakit yang intens. Kebanyakan orang mengalami tersangkutnya batu ginjal di daerah ureter.

Batu ginjal juga dapat menutupi aliran urin. Pada beberapa kasus, kondisi batu ginjal juga tidak menyebabkan rasa sakit atau gejala sama sekali. Faktor terbentuknya batu ginjal ini meliputi, diet, kondisi medis tertentu, dan riwayat keluarga yang pernah menderita penyakit serupa.

Berikut ini beberapa tanda gejala jika di dalam tubuh terdapat batu ginjal:

Nyeri Punggung, Samping, dan Pangkal Paha

Penyakit batu ginjal dapat tidak menunjukkan tanda-tanda sakit. Namun, lama-kelamaan dapat menimbulkan rasa sakit tumpul hingga meruncing dan makin tajam. Rasa sakit ini umumnya akan berdampak di daerah punggung atau samping di bawah tulang rusuk. Makin lama, rasa sakit ini dapat menyebar di daerah perut bawah hingga selangkangan.

Pada pria, rasa sakitnya dapat menjalar hingga testis atau ujung penis. “Ini adalah nyeri episodik yang sangat kolik. Bisa mengerikan selama semenit dan kian surut di menit berikutnya,” kata Pearle, melansir Kompas.

Menurut National Library of Medicine, rasa nyeri yang tiba-tiba sudah digolongkan pada jenis batu ginjal yang berbahaya disebut kolik ginjal. Umumnya, kolik ginjal akan berlangsung selama 20 hingga 60 menit.

Sering Buang Air Kecil

Batu ginjal dapat mengiritasi kandung kemih, dan tubuh dapat menganggap kandung kemih tersebut berkontraksi. Alhasil, seseorang akan lebih sering buang air kecil.

“Batu yang dekat kandung kemih akan memiliki banyak gejala kandung kemih seperti frekuensi, urgensi, lebih sering ke kamar mandi, dan mengeluarkan urin dalam jumlah kecil,” jelasnya.

Ada Darah dalam Urin

Jika batu ginjal mengiritasi kandung kemih ataupun ureter, maka akan ada potensi pendarahan yang terjadi. Karena, batu-batu tersebut mengiritasi jaringan halus yang melindungi kandung kemih ataupun ureter. “Kadang-kadang, urin akan terlihat sangat merah, terlihat seperti teh atau cola,” imbuhnya.

Rasa Nyeri atau Terbakar saat Buang Air Kecil

Nyeri saat buang air kecil bisa jadi gejala batu ginjal. Ini terjadi ketika batu berjalan menuju ureter dan mendekat ke kandung kemih. Namun, hal ini juga dapat terjadi jika seseorang mengalami Infeksi Saluran Kemih (ISK). Orang yang memiliki ISK akan memiliki urin yang cenderung bau daripada orang dengan batu ginjal.

“Kami tidak mendengar bahwa air seni mereka berbau ketika memiliki batu ginjal,” tandas dr. Pearle.

Demam

Demam adalah tanda tubuh ketika seseorang memiliki infeksi. Demam akan terjadi pada orang yang memiliki batu ginjal ketika kondisi batu menghalangi urin. Jika sudah begini, maka ini adalah kondisi yang darurat.

Untuk menghilangkan sumbatan tersebut, umumnya tindakan seperti kejut lithotripsy atau menjerat batu dengan laser dilakukan. Namun, jika batu terlihat besar, maka prosedur bedah diperlukan untuk mengeluarkan batu.

Jika tanda-tanda di atas dirasakan, ada baiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Karena, jika terlambat dapat berpotensi menimbulkan rasa sakit yang hebat dan tajam. (ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat