Kenali Demam Berdarah, Penyakit Mematikan Kala Musim Hujan

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Saat musim hujan tiba, selain flu, ada penyakit yang lebih mematikan mengintai. Demam berdarah menjadi penyakit mematikan yang sarat terjadi saat musim hujan. Karenanya, penting untuk mengenali penyakit demam berdarah agar tak terlambat ditangani.

Demam berdarah adalah sebuah penyakit yang diakibatkan gigitan nyamuk jenis Aedes Aegypti. Dalam ilmu medis, penyakit ini lebih dikenal dengan nama Demam Berdarah Dengue (DBD). “Nyamuk menjadi perantara penyebar virus dengue,” jelas dr. Puspita Mayangsari, Sp.PD, dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Al-Irsyad Surabaya.

Dari virus tersebutlah yang membuat gigitan nyamuk Aedes menjadi mematikan. Sementara itu, dikutip dari kompas, pada awal Januari tahun ini saja sudah ada 67 kasus demam berdarah, 3 di antaranya meninggal dunia. Ini menjadi bukti bahwa gigitan nyamuk Aedes sangat mematikan jika tak ditangani dengan tepat.

Diakui oleh dokter Mayang, demam berdarah akan mudah menyerang orang-orang yang berada di lingkungan dengan sanitasi yang buruk. “Adanya genangan air yang kotor, tumpukan sampah di mana-mana, akan membuat siapapun rentan terserang DBD,” katanya. Nyamuk-nyamuk Aedes akan menjadikan tempat-tempat tersebut sebagai sarangnya.

Kemudian, ada beberapa gejala demam berdarah yang umum terjadi dan bisa dikenali dengan mudah. Dijelaskan oleh dokter spesialis penyakit dalam tersebut, gejala demam berdarah di antaranya, panas tinggi hingga lebih dari 38 derajat dan berlangsung antara 3-5 hari, linu, pusing, mual, muntah hingga pendarahan jika sangat parah.

Jika parah, pendarahan yang terjadi bisa diawali dengan mimisan hingga gusi berdarah. Dan jika terlambat ditangani, pendarahan tersebut akan sampai pada pendarahan dalam tubuh. Ini mengakibatkan muntah darah bahkan hingga buang air besar (BAB) yang mengandung darah.

“Saat pendarahan biasanya trombosit ikut turun,” imbuh dokter Mayang. Pada saat inilah harus benar-benar diperhatikan kecukupan cairan tubuhnya dan frekuensi pendarahan yang terjadi.

Dikatakannya lebih lanjut, kebanyakan kasus demam berdarah yang membuat orang meninggal karena kurang memperhatikan kebutuhan cairan tubuhnya. Agar tidak sampai terjadi hal demikian, orang-orang yang terkena demam berdarah wajib makan makanan yang tinggi kalori dan tinggi protein.

Di sisi lain, menanggapi manfaat sari kurma dan buah jambu dalam membantu penyembuhan bagi pasien demam berdarah, ia menjelaskan bahwa hal ini diperlukan penelitian lebih lanjut. “Sebenarnya, ini masih perlu beberapa penelitian,” ungkap dokter Mayang.

Penatalaksanaan demam berdarah adalah menjaga kecukupan cairan, monitoring dan mengatasi terjadinya perdarahan supaya tidak jatuh ke kondisi syok .

Lalu, seperti dilansir dari situs Depkes, cara efektif untuk mencegah penyebaran DBD, pemerintah Indonesia telah mencanangkan program 3M Plus. Yang pertama, menguras  dan membersihkan tempat yang sering dijadikan penampungan air.

Yang kedua,  menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti drum, tandon, kendi, dan lainnya. Yang terakhir, memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes.

“Penyakit DBD ini penularannya melalui lingkungan. 3M Plus adalah cara paling efektif untuk mencegah penularan DBD,” tutupnya. (ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat