Kenali dan Hindari Astenopia Saat Bekerja dari Rumah

Rsalirsyadsurabaya.co.id Kondisi bekerja di rumah mengharuskan beberapa orang menatap layar laptop atau gawai dalam jangka waktu lama. Tak ayal, kadang beberapa orang mengalami mata lelah atau astenopia. Meski sepele, mata lelah ternyata dapat memunculkan sindrom berbahaya dan dapat mengganggu kesehatan mata.

Astenopia disebabkan karena beberapa orang menatap layar gawai terlalu lama. “Efeknya memang tidak langsung. Tapi, lama kelamaan dapat membuat penglihatan terganggu pun juga produktivitas,” kata dr. Dianawati Koesoemowardani, Sp.M, Dokter Spesialis Mata RS Al Irsyad Surabaya.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh The National Institute of Occupational Safety and Health, gejala astenopia diderita oleh sekitar 75 hingga 90 persen orang yang bekerja di depan layar komputer atau televisi. Pada kondisi seperti sekarang dengan kebijakan bekerja dari rumah, risiko mengalami hal ini pun dapat lebih banyak terjadi.

Menurut dr. Diana, gejala astenopia meliputi munculnya rasa nyeri di mata, mata berair, rasa terbakar, iritasi, pandangan ganda atau buram, hingga nyeri kepala. Menurut Rina, ada faktor internal dan eksternal yang menyebabkan gejala tersebut. Faktor internal dikarenakan otot mata dipaksa bekerja lebih keras hingga kehilangan kekuatannya.

Diibaratkan seperti mengangkat suatu benda dengan otot tangan. Semakin lama mengangkat maka otot akan semakin lelah. Apalagi, jika sebelumnya memiliki riwayat kelainan refraksi. Pada faktor eksternal gejala tersebut muncul dikarenakan pencahayaan ruangan yang kurang atau terlalu terang, pantulan cahaya, lampu berkedip, suhu lingkungan yang panas, ruangan ber-AC, dan menatap layar gawai terlalu lama.

Jika kondisi ini terus berlanjut, maka mata dapat mengalami Computer Vision Syndrome (CVS). Sindrom ini adalah akumulasi keluhan fisik seperti nyeri kepala, leher, bahu, dan tangan akibat menatap layar gawai terlalu lama.

Kemudian, dokter spesialis mata tersebut juga menyarankan sebisa mungkin jangan lewatkan pemeriksaan mata secara rutin. Agar jika dokter mengindikasi ada refraksi di mata dapat langsung dikoreksi dengan kacamata.

Gunakan prinsip 20-20-20. Prinsip ini dilakukan dengan mengistirahatkan mata setiap 20 menit sekali selama 20 detik dengan melihat jarak jauh minimum 20 kaki atau 6 meter.

“Setelah bekerja di depan layar tiap 20 menit, istirahatkan untuk melihat obyek yang jauh,” paparnya.

Dan hal ketiga yakni dengan menghindari pencahayaan yang kurang terang atau redup, sangat terang dan pantulan cahaya berlebihan, serta lampu yang berkedip. Dan terakhir, posisikan layar monitor agak ke bawah agar mata tidak terlalu menerima banyak cahaya dan membuat lelah.(ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat