Kenali Beragam Gejala COVID-19 pada Anak

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Kasus COVID-19 di Indonesia semakin meningkat, begitu pula kasus anak-anak yang terpapar pun cukup banyak. Berdasarkan data, terdapat 9,7 persen golongan usia anak 6-18 tahun positif COVID-19, ditambah 2,9 persen  dari rentang usia 0-5 tahun. Berikut gejala awal COVID-19 pada anak.

Sejumlah studi menemukan gejala COVID-19 anak pada dasarnya masih seputar kelelahan, sakit kepala, dan demam, sebagaimana gejala COVID-19 yang sudah dikemukakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Melansir laman resmi covid19.go.id, berikut ini beberapa gejala COVID-19 yang paling umum pada anak menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention):

1. Demam atau kedinginan

2. Batuk

3. Hidung tersumbat atau hidung pilek

4. Sakit tenggorokan

5. Sesak napas atau kesulitan bernapas

6. Diare

7. Mual atau muntah

8. Sakit perut

9. Kelelahan

10. Sakit kepala

11. Nyeri otot

12. Pada bayi di bawah 1 tahun juga bisa ditandai dengan kurangnya nafsu makan.

Sementara, berdasarkan temuan Lembaga Biologi Molekuler (LBM), Kepala LBM Eijkman Amin Soebandrio, beberapa gejala yang paling banyak dilaporkan oleh sejumlah pasien COVID-19 anak di Indonesia antara lain:

1. Batuk 57,4 persen.

2. Kelelahan 39,7 persen.

3. Demam 36,8 persen.

Selain itu, Eijkman juga menemukan bahwa dari 208 anak yang terpapar COVID-19, hanya 15 pasien yang menunjukkan adanya gejala sesak nafas. Diketahui, gejala ini paling banyak dilaporkan pada pasien dewasa.

“Pneumonia yang dikonfirmasi oleh X-ray lebih banyak ditemukan pada kelompok usia 1-5 tahun (77 persen) dan 6-10 tahun (66,7 persen),” tulisnya.

Meskipun demikian, Eijkman menyampaikan, walau mayoritas anak terpapar COVID-19 tak bergejala, namun masih memiliki peran yang sangat besar dalam penularan COVID-19.

Temuan ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh sejumlah anggota LBM Eijkman yakni Amin, Safrina Golfani Malik, Tina Kusumaningrum, Frilasita A. Yudhapurtr, Sukma Oktavianthi, dan Khin Saw Aye Myint yang dipublikasikan di jurnal ilmiah Journal of Clinical Virology Plus dengan judul ‘Characteristics of children with confirmed SARS-CoV-2 infection in Indonesia’.

Eijkman pun menyarankan orang tua untuk terus memantau keadaan atau kondisi anak yang terlihat berbeda, terutama dari segi aktivitas dan kesehatannya. Misalnya, anak jadi lebih lemas, mudah menangis, perubahan perilaku, sampai lebih sering tidur lemas.

Jika anak terinfeksi COVID-19, maka tak perlu langsung dirawat di rumah sakit. Jika OTG (Orang Tanpa Gejala) atau memiliki gejala ringan, maka dapat melakukan isolasi mandiri di rumah. Sedangkan jika gejala sedang dengan komorbid, maka harus dipantau di rumah sakit.

Konsultasikan gangguan kesehatan Anda pada dokter yang ahli di bidangnya. Untuk informasi lebih lanjut pelayanan Rumah Sakit Al-Irsyad Surabaya, dapat menghubungi 03199091800/03199091700 atau WhatsApp 081216514916 (chat only).

Pendaftaran pasien secara online melalui website dapat dilakukan di sini atau melalui aplikasi Pendaftaran Online RS Al Irsyad Surabaya yang dapat diunduh terlebih dahulu di http://bit.ly/mobileapprsalirsyad. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat