Kekurangan Asupan Cairan Jadi Penyebab Produksi ASI Menurun, Ketahui Apa Saja Penyebab Lainnya

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Ibu menyusui yang terkonfirmasi positif COVID-19 tetap harus menjalani isolasi mandiri (isoman). Ada penyebab yang perlu diketahui ibu di balik produksi Air Susu Ibu (ASI) yang ternyata juga berpengaruh ketika ibu terinfeksi virus tersebut.

Ibu menyusui yang terpapar COVID-19 dan menjalani isoman ternyata dapat mempengaruhi produksi ASI menjadi menurun. Hal ini dikarenakan beberapa penyebab, mulai dari stres, kurangnya stimulasi isapan bayi, hingga kecukupan gizi dan asupan cairan ibu.

Stres

Menyusui berkaitan dengan kenyamanan, ketenangan pikiran, juga perasaan ibu. Di luar kondisi ibu yang terkonfirmasi positif COVID-19, kondisi stres, cemas, takut, dan pikiran-pikiran negatif pada umumnya juga akan mempengaruhi produksi ASI.

Ketika ibu menyusui, ada fase yang disebut ‘letdown’ atau pelepasan ASI dari payudara. Ini refleks saat saraf pada payudara terstimulasi, melepaskan oksitosin dan memeras susu ke dalam saluran.

Jadi, jika ibu terkonfirmasi positif COVID-19 mengalami stres, maka tentu dapat berdampak pada produksi ASI sebagai bagian dari respons ‘letdown’ berkaitan dengan hormon yang dipengaruhi stres

Kurang stimulasi isapan bayi

Ibu dan bayi adalah dua entitas yang tak dapat dipisahkan dalam aktivitas menyusui. Stimulasi berupa isapan bayi turut mempengaruhi produksi ASI. Saat isapan bayi kurang, ini membuat produksi ASI menurun.

Dilansir CNN, ketika ada isapan, ada pelepasan hormon oksitosin, hormon yang mendorong otot-otot kecil di sekitar sel penghasil susu untuk berkontraksi dan memerah susu ke saluran. Lama proses ini akan berbeda pada tiap ibu. Namun biasanya hanya memakan waktu dalam hitungan detik hingga menit.

Kecukupan gizi ibu

Ketika ibu terpapar COVID-19, kerap kali gizi ibu tidak tercukupi dengan baik. Padahal, kebutuhan gizi selama menyusui harus menjadi hal penting yang perlu diperhatikan. Sebab, ibu menyusui memerlukan tambahan kalori sebanyak 330-400 kkal per hari. Kebutuhan ekstra ini sebaiknya dipenuhi dan fokus untuk membantu memenuhi produksi ASI.

Sebaiknya ibu memilih makanan yang kaya protein seperti daging, telur, produk susu, kacang-kacangan, juga boga bahari. Pilihan makanan pun ternyata mempengaruhi rasa ASI. Dengan konsumsi beragam makanan, ini juga berarti memperkenalkan bayi pada rasanya sehingga anak lebih mudah menerima makanan padat ketika sudah memasuki fase MPASI.

Asupan cairan

Selain kebutuhan gizi yang harus terpenuhi, asupan cairan juga harus diperhatikan oleh ibu menyusui. Saat produksi ASI menurun, cek lagi asupan cairan ibu. Kebutuhan cairan saat menyusui terbilang lebih banyak daripada biasanya.

Tubuh terdiri dari 70-80 persen cairan. Asupan cairan yang cukup akan membantu kinerja sel, jaringan, hingga organ tubuh secara optimal. Sehingga sistem imun pun akan bekerja dengan baik.

Konsultasikan gangguan kesehatan Anda pada dokter yang ahli di bidangnya. Untuk informasi lebih lanjut pelayanan Rumah Sakit Al-Irsyad Surabaya, dapat menghubungi 03199091800/03199091700 atau WhatsApp 081216514916 (chat only).

Pendaftaran pasien secara online melalui website dapat dilakukan di sini atau melalui aplikasi Pendaftaran Online RS Al Irsyad Surabaya yang dapat diunduh terlebih dahulu di http://bit.ly/mobileapprsalirsyad. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat