Kehilangan Sensasi Indra Penciuman, Gejala Khas Infeksi COVID-19

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Beberapa pasien COVID-19 sebelumnya sempat merasa kehilangan indra penciuman, atau yang dalam bahasa medis disebut dengan anosmia. Kini, gejala tersebut digolongkan menjadi indikator adanya infeksi COVID-19 pada seseorang.

Anosmia merupakan hilangnya fungsi indra penciuman secara total. Orang yang mengalami anosmia tidak bisa mencium aroma apa pun, baik aroma bunga atau parfum maupun bau tidak sedap, seperti bau busuk dan bau amis.

Sejauh ini, beberapa studi dan laporan kasus menunjukkan bahwa anosmia merupakan salah satu keluhan yang dapat dialami oleh penderita COVID-19, walaupun gejala ini tidak selalu muncul. Sebagian penyintas COVID-19 yang masih terus mengalami gejala tertentu (long-haul COVID-19) juga bisa mengalami anosmia.

Selain infeksi virus Corona, anosmia juga bisa dialami oleh orang yang menderita kondisi lain, misalnya rhinitis, polip hidung, sinusitis, deviasi septum, dan gangguan saraf penciuman.

Anosmia umumnya disebabkan oleh pembengkakan atau penyumbatan di rongga hidung yang membuat bau atau aroma tertentu tidak bisa terdeteksi oleh saraf di dalam hidung. Selain itu, anosmia juga dapat terjadi karena adanya masalah pada sistem saraf yang berfungsi untuk mendeteksi aroma atau bau.

Penyebab pasti mengapa COVID-19 dapat menimbulkan gejala anosmia masih belum diketahui dengan jelas. Namun, ada dugaan bahwa kondisi ini terjadi akibat peradangan di rongga hidung ketika virus Corona atau virus SARS-CoV-2 terhirup masuk ke dalam tubuh melalui hidung.

Saat melewati rongga hidung, virus Corona dapat menyerang sistem saraf yang berfungsi sebagai indra penciuman di dalam hidung. Gangguan inilah yang diduga dapat menyebabkan gejala anosmia pada COVID-19.

Menurut dr. Chaerul Effendi, Sp. PD, K-AI, FINASIM, dokter spesialis penyakit dalam RS Al Irsyad, anosmia cenderung muncul di masa awal infeksi dan biasanya akan pulih dalam waktu 28 hari. Anosmia pada COVID-19 juga sering disertai dengan dysgeusia atau gangguan indra pengecap, seperti mulut terasa asam, pahit, asin, atau terasa seperti logam.

Saat mengalami dysgeusia, penderita COVID-19 bisa kehilangan nafsu makan, bahkan penurunan berat badan. Semakin parah anosmia yang terjadi, semakin buruk pula gangguan pada indra pengecap.

Jika Anda merasakan gejala anosmia tanpa adanya gejala lain yang berbahaya, segera lakukan isolasi mandiri dan cukupi waktu istirahat, minum air putih lebih banyak, serta konsumsi obat penurun panas, seperti paracetamol, jika mengalami demam.

Untuk informasi pelayanan Rumah Sakit Al-Irsyad Surabaya, dapat menghubungi 03199091800/03199091700 atau WhatsApp 081216514916.

Pendaftaran pasien secara online melalui website dapat dilakukan di sini atau melalui aplikasi Pendaftaran Online RS Al Irsyad Surabaya yang dapat diunduh terlebih dahulu di http://bit.ly/mobileapprsalirsyad. (ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat