Kehamilan di Tengah Pandemi, Begini Kerentanan Infeksi pada Ibu dan Janin

Rs-alirsyadsurabaya.co.id – Ada lebih dari 200 juta perempuan hamil di seluruh dunia. Selama hamil, sistem kekebalan tubuh perempuan umumnya berubah, dan ini meningkatkan risiko mereka rentan terkena komplikasi dari virus seperti flu. Namun, apakah juga berarti rentan terhadap virus korona?

Para ahli kesehatan, seperti dilansir Medical Daily and Science Alert mengatakan, virus korona baru memiliki sedikit atau tidak berpengaruh pada perempuan hamil dan bayi mereka. Hal ini juga diakui pejabat kesehatan di Inggris.

Royal College of Obstetricians and Gynaecologist seperti dilansir Antara menyatakan, perempuan hamil tidak lebih rentan terinfeksi COVID-19. Namun, penting untuk diingat bahwa perempuan hamil mengalami perubahan fisiologis dan sistem imunitas yang drastis dalam tubuh mereka. Hal inilah yang dapat meningkatkan risiko perempuan hamil terinfeksi dan terjangkit penyakit.

Sebuah laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan, hanya 8 persen wanita hamil yang tertular COVID-19 di Cina mengalami gejala parah dan satu persen menderita sakit kritis. Namun, mayoritas pasien hanya muncul dengan gejala ringan atau sedang.

Penelitian lain di Cina juga memperlihatkan, virus korona tidak berpindah dari ibu ke bayi saat dalam kandungan. Semua sampel cairan ketuban, darah tali pusat, dan ASI dari ibu hamil dengan COVID-19 dites dan hasilnya negatif korona.

Archives of Pathology & Laboratory Medicine juga menerbitkan penelitian pada 17 Maret yang menyatakan bahwa saat ini belum ada bukti yang kuat bahwa SARS-CoV-2 dapat menginfeksi janin melalui ibunya yang positif terinfeksi COVID-19.

Pejabat kesehatan di Inggris pun mencatat tidak ada data COVID-19 bisa meningkatkan risiko keguguran. Studi yang meneliti SARS dan MERS, yang juga terkait dengan virus korona tidak menunjukkan hubungan yang meyakinkan antara masalah kehamilan dan kedua penyakit itu.

Menjaga Kehamilan Selama Pandemi

Sangat penting bagi ibu hamil untuk melakukan langkah-langkah pencegahan agar tidak tertular COVID-19, seperti  mencuci tangan secara teratur dan menyeluruh dengan air dan sabun, menghindari kontak dengan orang sakit, menghindari berjabat tangan atau memeluk ketika menyapa, menjaga jarak fisik, dan tetap di rumah sesuai kebijakan yang diterapkan pemerintah.

Salah satu faktor yang harus diperhatikan untuk menjaga kehamilan agar tetap sehat selama pandemi COVID-19 menurut Dokter kandungan Mohammad Haekal adalah keluar rumah hanya sesuai kebutuhan, termasuk kontrol kehamilan.

“Kalau sudah tahu hamil, harus tahu kapan harus kontrol. Pertama, usia kehamilan kurang dari 11 minggu untuk tahu apakah hamil di luar kandungan atau di dalam kandungan,” ujar Haekal seperti diwartakan Antara.

Selama kehamilan, kontrol dilakukan beberapa kali seiring bertambahnya usia kandungan. Perempuan hamil bisa datang ketika usia kehamilan mencapai 11 minggu, 20 hingga 24 minggu, 28 minggu, 32 minggu, dan 36 minggu.

Untuk itu, dr. Haekal menyarankan sebisa mungkin untuk menunda kunjungan ke rumah sakit di luar kondisi darurat seperti muntah-muntah hebat, kontraksi, air ketuban keluar, tekanan darah tinggi, nyeri kepala hebat tak kunjung hilang, kejang, serta bila gerakan bayi mendadak tak terasa. (nin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat