Begini Kebijakan RS di Masa Transisi Normal Baru, Pasien Tak Perlu Takut Periksakan Diri

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Rabu (26/8), Rumah Sakit Al-Irsyad Surabaya bersama Suara Muslim Radio Network sukses menggelar gelar wicara. Pada kesempatan itu, dr. Syarwani selaku Kepala Unit Rawat Jalan RS Al Irsyad Surabaya membahas tentang kebijakan RS di masa transisi kenormalan baru.

Kondisi pandemi yang makin tidak terkendali membuat berbagai rumah sakit rujukan untuk COVID-19 semakin melemah. Dalam situasi demikian, rumah sakit yang notabene bukan rujukan untuk COVID-19 pun akhirnya harus turut terkena imbasnya. Mereka juga turut menerima serta merawat para pasien tersebut.

“Maret-April kemarin, jumlah pasien COVID-19 membludak, kemudian kapasitas RS rujukan tidak memenuhi, akhirnya RS nonrujukan pun menerima pasien COVID-19. Rumah Sakit Al-Irsyad Surabaya pun juga menerima, dan merawat mereka,” tuturnya.

Meski RS Al Irsyad juga turut menerima pasien COVID-19, namun mereka menjamin bahwa pasien nonCOVID-19 dengan pasien COVID-19 tidak bersinggungan pelayanannya. Agar, mereka semua mendapat pelayanan, perawatan, serta pengobatan yang maksimal.

RS Al Irsyad turut Beradaptasi di Masa Transisi Normal Baru

Sedari awal COVID-19 masuk ke Indonesia dan menjangkiti begitu banyak orang, RS Al Irsyad telah menyiapkan protokol kesehatan yang ketat agar dapat saling melindungi karyawan dan pasiennya. Contohnya, sebelum memasuki lobby RS, pasien diperiksa suhu tubuhnya terlebih dahulu dengan thermo gun. Jika suhunya tidak lebih dari 37 derajat, maka pengunjung atau pasien diperbolehkan masuk dan mendapatkan layanan.

“Perlu dicatat, pengunjung dan pasien wajib menggunakan masker selama berada di area RS. Kemudian, mencuci tangan dengan sabun yang telah dipersiapkan di tempat tertentu, atau bisa menggunakan hand sanitizer yang telah disiapkan juga,” jelasnya.

Lalu, tentang baju hazardrous material atau hazmat ini, di RS Al Irsyad juga tidak diberlakukan di semua karyawan dan titik area RS. Para staff yang mengenakan hazmat adalah staff yang bertanggung jawab di daerah ‘merah’ RS. Sedangkan yang tidak berada di area tersebut, masih aman tanpa menggunakan hazmat.

RS Al Irsyad Ajak Masyarakat agar Tidak Takut ke RS

Sampai saat ini, masih banyak masyarakat takut ke RS karena takut tertular COVID-19. Padahal, rumah sakit, termasuk RS Al Irsyad telah menerapkan protokol kesehatan dan kebersihan yang ketat. Mereka seringkali takut ketika hendak periksa akan langsung disodorkan dengan rapid test.

“Warga tidak perlu takut periksa kesehatan atau kontrol rutin di RS. Rapid test itu tidak asal-asalan, ada kriteria tertentu yang akhirnya seorang harus jalani rapid,” terang dr. Syarwani.

Menurutnya, rapid test akan dilakukan jika ia memiliki gejala COVID-19 dan belum mereda sama sekali dalam waktu lebih dari 7 hari. Karena, di waktu tersebutlah, antibodi tubuh akan terbentuk dan akan dideteksi oleh rapid test. “Kalau di awal-awal ya nggak kelihatan, kan antibodinya belum terbentuk,” urainya. (ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat