Kebersihan Rumah, Pengaruhi Kesehatan Kita

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Dalam jiwa dan raga yang bersih, terdapat jiwa yang sehat. Nampaknya kalimat tersebut ada benarnya. Kebersihan memang menjadi salah satu penentu kesehatan kita, kebersihan rumah salah satunya.

Para ahli mengungkapkan jika rumah yang kurang terjaga kebersihannya sangat memungkinkan mengalami penyebaran bakteri serta kuman penyebab berbagai penyakit. Beberapa studi pun telah dilakukan untuk membuktikannya.

Kebersihan rumah memang sangat penting. Bahkan, rumah yang sebelumnya dianggap telah bersih dan rapi, tidak jarang hal ini juga masih terdapat bakteri, kuman serta zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan.

Oleh karenanya kita dianjurkan untuk menjaga kebersihan rumah secara kontinyu. Sebagaimana Islam juga mengajarkan umat untuk menjaga kebersihan dan keindahan.

Para ilmuwan dari George Washington University, melansir dari fimela mengungkapkan bahwa zat kimia serta kuman yang bercampur bersama debu dan kotoran di rumah memiliki pengaruh yang sangat buruk buat kesehatan. Ini juga sangat memungkinkan meningkatkan risiko kanker, ketidaksuburan pada sistem reproduksi dan perasaan kurang nyaman atau stres.

Pada anak-anak, kondisi rumah yang kurang bersih juga rentan menyebabkan risiko asma, risiko penurunan kemampuan IQ serta risiko masalah kulit.

Untuk menghindari dari masalah ini, para ahli selanjutnya menyarankan agar setiap orang menjaga kebersihan rumah dengan baik. Menyapu dan mengepel lantai adalah suatu hal yang sangat penting dilakukan setiap hari setidaknya 2 kali dalam sehari.

Para ahli juga menyarankan agar kita semua membersihkan dan mencuci tangan sesering mungkin, mengganti bantal dan sprei secara berkala maksimal 1 bulan sekali serta menjaga kebersihan kamar mandi dengan baik.

Dr Robin Dodson, seorang ilmuwan dari Silent Spring Institute, Massachusett mengatakan bahwa setiap orang harus menjaga kebersihan rumah jika ia ingin memiliki tubuh sehat.

Sementara itu, seorang penulis yang berbasis di kepenulisan masalah kesehatan yakni Dr Veena Singla mengatakan bahwa kebersihan dan kesehatan tubuh seseorang ditentukan oleh pola hidup yang dijalankan dan seberapa maksimal ia menjaga kebersihan di sekitarnya.

Oleh karena itu, untuk membentuk budaya bersihd dalam rumah, buatlah jadwal rutin untuk melakuan aktivitas pembersihan lingkungan secara terjadwal. Melalui jadwal, maka kita akan membiasakan diri disiplin menjaga kebersihan lingkungan.

Sebab, merapikan dan membersihkan merupakan upaya penting untuk membentuk lingkungan yang sehat. Mereka yang malas membersihkan dan merapikan kamar, berdasar studi berpotensi mengidap depresi dengan kondisi kamar tidur yang berantakan ini.

Hal ini terungkap dalam sebuah penelitian yang dilakukan St Lawrence University, New York, melansir dari suara.com. Peneliti menemukan bahwa tempat tidur yang sejatinya menjadi tempat ternyaman untuk beristirahat, pada beberapa orang yang malas merapikan dan membersihkan kamar, rentan mengidap berbagai gangguan kesehatan salah satunya gangguan mental. (Din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat