Kateterisasi Jantung, untuk Diagnosa Penyakit Jantung

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Salah satu cara untuk melihat kondisi jantung adalah dengan melakukan kateterisasi jantung. Biasanya, cara ini dianjurkan bagi orang yang memiliki risiko terserang penyakit jantung. Lalu seperti apa itu kateterisasi jantung dan persiapan terbaik apa yang dapat dilakukan menjelang tindakan? Simak uraiannya berikut.

Menurut dokter spesialis di RS Al Irsyad Surabaya dr. Diah rachmaniah, Sp. JP, kateterisasi jantung adalah pemeriksaan pembuluh darah koroner jantung dengan suatu alat yang disebut kateter diagnostik dan medium kontras, yang dilakukan di ruang cath lab.

Artinya, ada alat yang dimasukkan ke dalam tubuh dan menembus kulit. Alat tersebut masuk melalui pembuluh darah arteri femoralis atau radialis yang berada di lipat paha dan di pergelangan tangan.

Saat katerisasi jantung berlangsung, maka dokter akan membuat lubang kecil pada salah satu bagian tertentu di tubuh pasien, pergelangan tangan misalnya. Kemudian alat kateter dimasukkan ke dalam pembuluh darah.

Saat alat sudah ada di dalam pembuluh darah, maka dokter akan menyuntikan zat kontras yang akan ikut dalam aliran darah. Selanjutnya, tim medis memonitor perjalanan zat tersebut dengan menggunakan monitor. Dari prosedur tersebut, dokter dapat melihat kondisi pembuluh darah serta jantung pasien dengan jelas.

Lebih lanjut Dokter Diah menjelaskan, sebelum melakukan pemeriksaan, biasanya dokter akan melakukan stratifikasi resiko terhadap kecurigaan penyakit jantung koroner, dan menentukan pemeriksaan apa yang paling cocok untuk pasien.

Risiko dari Kateterisasi Jantung dan Upaya Pencegahannya

Pertanyaan paling umum adalah risiko dari kateterisasi jantung itu sendiri. Namun Dokter Diah menuturkan bahwa pada dasarnya risiko yang mungkin terjadi berbeda setiap orang.

“Tergantung penyakit pasiennya, dan seberapa berat tersumbatnya pembuluh darah koroner,” ungkapnya.

Di antara risiko yang dimaksud adalah terjadinya perdarahan pada saat prosedur, sakit di bagian dada, infeksi pada kateter yang dipasang, muncul reaksi alergi akibat alat yang digunakan, dan sebagainya.

Namun risiko tersebut dapat dikurangi dengan persiapan yang matang menjelang pemeriksaan jantung. Beberapa persiapan yang wajib dilakukan adalah komunikasi antara pasien dengan dokter, serta memeriksa kelengkapan alat di RS tersebut. Tentu saja para dokter di RS Al Irsyad Surabaya akan mempersiapkan prosedur ini sebaik mungkin agar pasien terhindar dari risiko tersebut.

Sedangkan komunikasi antara pasien dengan dokter yang dimaksud adalah keterbukaan diantara keduanya. Pasien wajib memberitahukan dokter bila memiliki alergi terhadap obat-obat tertentu. Kemudian pasien dan dokter juga harus saling mengkomunikasikan antara aktivitas ataupun makanan yang diperbolehkan dan yang tidak menjelang tindakan dilakukan.

Cara Selain Kateterisasi Jantung

Selain kateterisasi jantung, untuk memeriksa kondisi jantung bisa dilakukan pemeriksaan non invasive, treadmill stress test, echocardiography, CT cardiac, Magnetic Resonance Imaging (MRI) cardiac. Namun Dokter Dia menambahkan, untuk pemilihan alat dan cara diagnosis jantung, dapat dikonsultasikan dulu dengan dokter spesialis jantung terdekat. (Din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat