Kamu Wajib Tahu: Rumah Sakit pada Masa Peradaban Islam

rs-alirsyadsurabaya.co.id-Begitu banyak sejarah peradaban dunia yang dapat dikulik dari kacamata Islam. Salah satunya adalah sejarah rumah sakit. Hal ini juga perlu diketahui bersama sebagai penambah wawasan sejarah Islam kita.

Sebelum masuk dan merebaknya peradaban Islam, dunia belum benar-benar mengenal konsep rumah sakit. Ini terbukti dari metode pengobatan Bangsa Yunani kala itu dengan merawat orang-orang sakit di tempat peristirahatan di dekat kuil dan dirawat oleh pendeta. Saat masa itu, pengobatan lebih menonjolkan sisi mistis daripada logis untuk mendiagnosa penyakit. Berbagai ritual, sembahyang pada dewa-dewa serta pengorbanan pun kerap dilakukan.

Ditilik dari artikel bertajuk Islamic Medicine History and Current Practice, Husain F Nagamia MD mengungkapkan, beberapa rumah sakit baru dikembangkan dan dibangun pada masa kejayaan Islam. Pada masa awal tersebut, tempat mengobati dan merawat orang sakit dikenal dengan sebutan Bimaristan atau Maristan. “Ide membangun rumah sakit sebagai tempat merawat orang sakit mulai diterpakan saat awal kekhalifahan Islam,” jelas Husain.

Pria yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Institut Internasional Ilmu Kedokteran Islam (IIIM) itu juga memaparkan bahwa konsep rumah sakit pertama dalam peradaban Islam dibangun atas permintaan Khalifah Al Walid (705-715 M) dari Dinasti Umayyah. Bimaristan pada awal berdirinya sebagai tempat isolasi para penderita penyakit lepra, dimana saat itu penyakit lepra menjadi penyakit endemik.

Husain kembali menceritakan bahwa rumah sakit Islam yang pertama kali sebenarnya dibangun pada masa kekhalifahan Harun Al Rasyid (786-809 M). Rumah sakit itu berada di Kota Baghdad. Rumah sakit ini langsung di bawah supervisi Al Razi, dokter muslim terkemuka yang juga dokter pribadi khalifah pada masa itu. Al Razi jugalah yang menggawangi konsep pembangunan rumah sakit tersebut.

Sebelum melakukan pembangunan, Al Razi meletakkan potongan daging yang digantung di beberapa tempat di wilayah aliran sungai Tigris. Setelah cukup lama diletakkan, potongan daging itu baru membusuk. Dan dengan hal tersebut menandakan bahwa tempat tersebut layak untuk didirikan rumah sakit.

Kemudian, dengan berdirinya rumah sakit tersebut, banyak rumah sakit-rumah sakit terus berdiri dan mengalami perkembangan. Ini menjadi bukti bahwa Ilmu Kedokteran Islam juga semakin mumpuni. Berdirinya rumah sakit Islam di Kota Al Fustat (Ibukota Mesir) pada tahun 872 M juga menjadi salah satu bukti itu. Rumah sakit tersebut menjadi rumah sakit terkaya akan literatur medis.

Lalu, pada masa 830 M, di Kota Ad Dimnah (wilayah Tunisia) juga berdiri rumah sakit bernama Al Qairawan. Rumah sakit ini juga yang pertama kali menerapkan sekat pemisah antara ruang tunggu pengunjung dan pasien.

Selain itu, juga ada Rumah Sakit Al Nuri yang dibangun saat masa kejayaan Islam di Kota Damaskus dan didirikan pada tahun 1154. Dan keunikan dari rumah sakit ini juga pertama kali yang menerapkan sistem rekam medis. Sebuah terobosan awal dan langka pada masa itu dan sekaligus rumah sakit ini berperan sebagai sekolah kedokteran. (ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat