Jangan Terlewatkan, Ini Manfaat Sarapan bagi Tubuh

Rs-alirsyadsurabaya.co.id– Kesibukan, seringkali membuat sebagian kita kerap melewatkan sarapan pagi. Padahal, sarapan mendatangkan sejumlah manfaat bagi kesehatan. Simak ulasannya.

Ahli gizi di seluruh dunia sepakat menyatakan bahwa sarapan merupakan aktivitas pagi yang sangat baik bagi semua usia. Sarapan juga diyakini turut memengaruhi kebugaran tubuh seseorang pada hari setelahnya.

Menurunkan Risiko Stroke

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Osaka University dari Jepang menambah informasi mengenai manfaat sarapan. Seperti dikutip dari News Max Health, dari hasil penelitian tersebut dikatakan bahwa sarapan dapat membantu menurunkan risiko stroke.

Penelitian tersebut dilakukan dengan melibatkan sekitar 82 ribu pria dan wanita sehat berusia 45 tahun, dan lebih tua hingga 15 tahun. Para relawan diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok. Ada kelompok yang sarapan sampai dua, tiga, empat, lima, enam hingga tujuh kali dalam seminggu.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarapan benar dapat menurunkan risiko stroke. Semakin rutin Anda sarapan, semakin rendah juga risiko strokenya. Mereka yang jarang sarapan memiliki risiko stroke 20 persen lebih tinggi, jika dibandingkan dengan mereka yang rutin sarapan.

Kemudian ketua umum PERGIZI Pangan Indonesia Prof Dr Ir Hardinsyah mengatakan bahwa sarapan harus memiliki kandungan gizi seimbang protein dan serat. Oleh sebabnya menu sarapan pagi juga harus yang sehat.

“Sarapan nggak cukup hanya kenyang saja. Harus terpenuhi kebutuhan zat gizinya karena selain otak, tubuh kita butuh energi untuk bekerja dan energi itu kita peroleh bukan hanya dari karbohidrat,” kata Prof Hardin melansir dari Detik.

Mengontrol Rasa Lapar Sepanjang Hari

Dilansir WebMD.com, sarapan pagi yang sehat dapat membantu mengontrol porsi makan dan rasa lapar sepanjang hari. Membuat orang jauh lebih produktif hingga jam makan siang, dan kemudian tidak ‘gila-gilaan’ dalam mengonsumsi makanan di siang dan malam hari.

“Protein dapat membuat Anda menunda lapar dan mengenyangkan lebih lama,” kata peneliti Wayne Campbell, Ph.D, asal universitas Purdue.

Menjaga Metabolisme Tubuh

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa sarapan sangat penting untuk menjaga metabolisme tubuh. Studi dari Harvard University School of Public Health, dikutip dari Detik menemukan bahwa melewatkan sarapan bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 2 sebesar 20 persen.

Penulis utama studi tersebut, Rania Mekary, menjelaskan hal ini karena tingkat insulin seseorang cenderung ‘datar’ saat semalaman tidur, nah angka tersebut bisa turun dan naik dengan cepat ketika waktu makan siang. Jadi, pastikan setelah bangun tidur Anda selalu sarapan dengan menu bergizi secara teratur.

Melewatkan Sarapan, Picu Kenaikan Berat Badan

Studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Tel Aviv (TAU) dan Hebrew University di Israel, melansir Detik menemukan bahwa melewatkan sarapan justru memicu kenaikan berat badan.

“Waktu makan yang tepat, seperti mengonsumsi sarapan sebelum 09:30 dapat menyebabkan peningkatan keseluruhan metabolisme tubuh, memfasilitasi penurunan berat badan, dan menunda komplikasi yang terkait dengan diabetes tipe 2 dan gangguan terkait usia lainnya,” kata salah seorang peneliti dari TAU, Daniela Jakubowicz.

Sebab pada hari peserta melewatkan sarapan, menyebabkan terjadinya lonjakan gula darah dan tanggapan insulin yang buruk sepanjang hari itu, yang selanjutnya berlanjut menunjukkan kenaikan berat badan bahkan jika tidak makan berlebihan sepanjang hari.

Dilaporkan NDTV (5/12), menurut sebuah studi terbaru, melewatkan sarapan dapat mengganggu jam internal tubuh dan menyebabkan kenaikan berat badan. Bahkan hal tersebut tetap berlaku sekalipun seseorang tidak makan terlalu banyak sepanjang hari.

Menghindarkan Penyakit Dalam

Sebelumnya, melewatkan sarapan telah dikaitkan dengan berbagai penyakit yang diantaranya adalah diabetes tipe 2, hipertensi dan penyakit kardiovaskular.

Studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Tel Aviv (TAU) dan Hebrew University di Israel, akhirnya dapat menemukan adanya efek sarapan pada ekspresi “clock genes” yang mengatur glukosa pasca makan dan respons insulin pada individu sehat maupun penderita diabetes.

Hasilnya menunjukkan bahwa sarapan dapat memicu ekspresi gen siklus siklik yang tepat yang mengarah ke kontrol glikemik yang lebih baik. (Din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat