Jangan Lengah, Ketahui Protokol Kesehatan untuk Penanganan COVID-19

Rs-alirsyadsurabaya.co.id – Semakin luasnya penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) di Indonesia, salah satu langkah serius Kementerian Kesehatan RI untuk tangani pandemi corona ini adalah menyiapkan protokol khusus. Tentunya, ini dilakukan agar kita bisa mengetahui apa yang harus dilakukan ketika mengalami gejala, sehingga penyebaran COVID-19 di tanah air tidak semakin meluas.

Protokol kesehatan yang disebut rampung dibuat setelah dua hari kasus corona ditemukan di Indonesia ini perlu untuk disebarluaskan. “Protokol ini harus disebar,” ujar Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko dalam Rapat Koordinasi Protokol Penanganan COVID-19, di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/3) lalu , seperti dilansir dari Tirto.

Dengan adanya protokol kesehatan ini, tentunya jumlah pasien positif corona yang hingga hari Rabu (18/3) ini tercatat jumlahnya mencapai 200 lebih kasus, diharapkan tidak kian terus bertambah.

Berikut protokol penanganan COVID-19 yang dilansir dari situs sehatnegeriku.kemkes.go.id dan beracuan pada Surat Edaran Kementerian Kesehatan nomor HK.02.01/MENKES/199/2020 tentang Komunikasi Penanganan COVID-19.

Kriteria Tidak Sehat

Jika seseorang mengalami keluhan seperti batuk, pilek, nyeri tenggorokan hingga suhu tubuh yang meningkat drastis sampai 38 derajat Celsius, maka dianjurkan untuk istirahat cukup serta minum air yang cukup.

Apabila keluhan ini terus berlanjut selama beberapa hari dan disertai dengan kesulitan bernapas, segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat.

Saat Berobat ke Fasyankes

Setelah Anda merasakan gejala-gejala yang telah disebutkan tersebut, ada beberapa tindakan yang perlu dilakukan saat memeriksakan diri ke fasyankes. Tindakan tersebut di antaranya, menggunakan masker, ikuti etika batuk atau bersin dengan menutup mulut dan hidung dengan tisu atau lengan bagian atas dalam, serta tidak menggunakan transportasi massal.

Screening oleh Petugas Fasyankes

Jika seorang memenuhi kriteria pasien dalam pengawasan COVID-19, maka Anda akan dirujuk ke salah satu RS yang dipilih untuk rujukan corona. Sedangkan, jika tidak memenuhi kriteria tersebut, maka Anda akan dirawat inap atau jalan sesuai keputusan dokter fasyankes dan diagnosanya.

Diantar ke RS Rujukan

Setelah pasien melakukan screening di fasyankes dan memenuhi kriteria pasien dalam pengawasan COVID-19, maka pasien akan diantar dengan ambulan fasyankes dengan didampingi tenaga kesehatan yang mengenakan Alat Pelindung Diri (ADP).

Pemeriksaan Spesimen

Spesimen hasil screening akan dikirimkan ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Jakarta. Hasil dari pemeriksaan ini akan dirilis dalam waktu 24 jam setelah spesimen diterima.

Kemudian, jika dari hasil pemeriksaan tersebut dinyatakan positif, maka Anda dinyatakan sebagai kasus konfirmasi COVID-19. Sedari itu, sampel akan selalu diambil tiap hari. Anda baru akan dikeluarkan dari ruang isolasi jika, hasil pemeriksaan sampel selama dua kali hasilnya negatif.

Sementara itu, jika dari pemeriksaan spesimen dinyatakan negatif, maka Anda akan dirawat sesuai diagnosa dari dokter fasyankes terkait.

Jika Anda Sehat, Namun…

  • Memiliki riwayat perjalanan selama 14 hari ke negara dengan transmisi local Covid-19, maka lakukan self monitoring dengan pemeriksaan subuh tubuh sebanyak dua kali. Jika kemudian muncul demam di kisaran 38 derajat celsius disertai gejala pernapasan seperti, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, maka segera periksakan diri ke fasyankes.
  • Merasa pernah kontak dengan kasus konfirmasi Covid-19 segera melapor ke petugas kesehatan dan periksakan diri ke fasyankes terdekat. Selanjutnya, Anda akan mengikuti protokol penanganan Covid-19 sesuai petunjuk Kementerian Kesehatan RI. (ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat