Jangan Asal, Ini Cara Sikat Gigi yang Benar untuk Anak

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Menyikat gigi adalah langkah terbaik untuk mencegah masalah kesehatan pada gigi dan mulut. Untuk itu, sebaiknya menyikat gigi dimulai sejak kecil. Sayangnya, masih banyak orang tua yang menyepelekan kebiasaan sehat ini.

Seperti yang kerap terjadi pada masyarakat, anak kecil terkadang enggan bila diminta untuk menggosok giginya. Terkadang sering kali menyepelekan cara yang benar dalam menyikat dan lebih memilih asal-asalan dalam melakukannya.

“Anak-anak itu kadang susah kalau disuruh sikat gigi, tapi kalau dibiarkan terus malah jadi masalah bagi kesehatan gigi, giginya akan rusak,” ujar drg. Rahma Nadira, Sp.KGA, Dokter Spesialis Gigi Anak di Rumah Sakit (RS) Al Irsyad Surabaya.

Jika anak sudah bersedia menyikat gigi, maka tuntunlah mereka pada cara menyikat gigi yang benar. Nadhira menyarankan untuk menggosok gigi setiap dua kali sehari, setelah sarapan dan sebelum tidur.

Meski begitu, Nadira juga membolehkan apabila seorang anak ingin menggosok giginya setelah menyantap makan siang atau makanan yang lain.

“Tunggu 30 menit setelah makan, baru bisa sikat gigi, jika tidak maka akan berpotensi menyerang email gigi, Anda beresiko merusaknya dalam keadaan yang rentan,” lanjutnya.

Mencegah masalah kesehatan gigi dan mulut merupakan tanggung jawab bersama. Rendahnya kesadaran warga akan kesehatan gigi ini terlihat dari masih banyaknya kedatangan pasien ke dokter gigi mengeluhkan sakit yang dialaminya.

“Mereka datang ke dokter gigi kalau sudah merasakan sakit,” papar Nadira.

Untuk itu, sebelum gigi tersebut menjadi rusak bahkan mati, Nadira mengajak semua orang untuk mulai memeprhatikan cara menyikat gigi yang benar dan baik bagi kesehatan gigi.

Yang pertama dilakukan adalah pastikan kepala sikat gigi sesuai dengan kondisi mulut, usahakan agar kita nyaman dan dapat menjangkau semua area.

“Menyikat gigi sebaiknya 2-3 menit bila menggunakan sikat gigi manual,” imbuhnya.

Posisikan sikat gigi pada sudut 45 derajat dari gusi, maju dan mundurkan secara lembut dengan gerakan pendek. Gunakan ujung sikat untuk membersihkan permukaan dalam gigi depan dengan gerakan ke atas dan bawah. 

“Jangan lupa menyikat lidah juga dengan lembut untuk menghilangkan bakteri dan menjaga nafas tetap segar,” katanya.

Orang tua juga disarankan untuk mengontrol kesehatan rongga mulut anaknya ke dokter setiap 6 bulan sekali. Dokter gigi spesialis gigi anak akan memberikan perawatan preventif pada gigi yang tidak berlubang dengan perawatan fluor agar dapat membantu mengurangi resiko gigi berlubang. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat