Jaga Toilet Tetap Bersih, Kurangi Risiko Infeksi Jamur dan Bakteri

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Toilet yang bersih, selain membuat nyaman juga dapat menyehatkan penggunanya. Karena, risiko infeksi jamur dan bakteri berkurang. Oleh sebab itu, merawat toilet agar tetap bersih tak dapat ditunda lagi.

Mengutip dari cnnindonesia, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan sanitasi sebagai upaya penyediaan sarana dan pelayanan untuk pembuangan limbah yang berasal dari manusia termasuk urin dan feses. Lebih luas lagi, sanitasi juga merujuk pada lingkungan bersih, pengelolaan sampah dan pengolahan limbah cair.

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 69,27 persen rumah tangga Indonesia sudah memiliki akses sanitasi layak. Sanitasi ini dianggap layak jika rumah tangga menggunakan fasilitas tempat buang air milik sendiri atau bersama dengan jenis kloset yang terhubung dengan tangki septik atau saran pembuangan air limbah (SPAL).

Untuk itulah masyarakat dihimbau agar tidak menganggap remeh toilet atau kamar mandi. Bahkan, kebersihan toilet menjadi awal dari kesehatan keluarga atau rumah tangga.

Selain itu perlunya meningkatkan kebersihan toilet di tempat umum seperti pada lokasi wisata, SPBU, pasar dan tempat umum lainnya. Asosiasi Toilet Indonesia menyampaikan bahwa masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi.

Catatan terkait masalah sanitasi terutama toilet umum masih perlu dibenahi khususnya dari segi pengelolahan, yakni bagaimana mengelolah toilet yang benar agar tetap bersih dan layak pakai.

“Pengguna toilet umum masih perlu dididik dalam menggunakan toilet secara benar. Dibanding negara lain, saya malu. Di sana toilet bersih dan kering,” ujar Founder Asosiasi Toilet Indonesia, Naning Adiwoso.

Pengguna toilet maupun yang bertugas mengelolahnya harus perlu menyadari pentingnya merawat toilet agar nyaman dipakai dan tetap sehat, lanjut Naning.

Selain itu juga perlu memahami bahwa Indonesia merupakan negara tropis dan kelembapan tinggi. Kondisi ini membuat bakteri serta patogen berkembang biak dengan mudah.

Lantai toilet juga perlu diperhatikan, dan perlu dijaga agar tetap kering, namun sayangnya masyarakat kurang memahami hal itu dan lebih senang bila lantai basah. Padahal kondisi inilah yang dapat membuat toilet di Indonesia tampak kotor.

“Di bahasa Indonesia saja namanya kamar kecil, kamar belakang, tempat buang air. Coba namanya lebih positif seperti rest room atau comfort room, pasti nyaman,” tutupnya.

Untuk merawat toilet, tampaknya perlu ada perubahan pola pikir. Sebagian masih menganggap toilet itu mahal dan tidak penting. Dengan kata lain, bila toilet dibuat nyaman, maka secara tidak langsung toilet tersebut tak hanya layak pakai, namun juga sehat karena terjaga kebersihannya. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat