Jaga Kebersihan Gigi dan Mulut Anak Dapat Cegah Stunting

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Kasus stunting yang menjadi masalah krusial dalam tumbuh kembang anak masih tergolong tinggi. Padahal stunting dapat dicegah dengan mudah, yakni menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, terutama menjaga kebersihan gigi dan mulut.

Berdasarkan data dari WHO, angka stunting di Asia Tenggara masih tergolong tinggi. Padahal, diungkapkan Valeri Krisni, Outreach Coordinator 1.000 Days Fund, stunting dapat di cegah dengan cara yang mudah, yakni dengan menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh. Salah satunya adalah menjaga kebersihan gigi dan mulut anak.

Pasalnya, kebiasaan malas menggosok gigi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti infeksi dan karies gigi, yang nantinya berdampak pada turunnya nafsu makan anak, yang akan mempengaruhi gizi dan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Apabila anak kekurangan gizi, maka akan berisiko terkena stunting.

Sementara itu, Pengajar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala, Aceh, Munifah Abdat juga menjelaskan bahwa karies gigi bisa menyebabkan terganggunya fungsi pengunyahan serta memengaruhi nafsu makan dan asupan gizi. Sehingga dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan yang akhirnya akan mempengaruhi status gizi anak.

Dengan demikian, mulailah menjaga kebersihan gigi dan mulut pada anak sedini mungkin, agar terhindar dari stunting. Meski membuat anak rajin menggosok gigi bukanlah hal mudah, akan tetapi kebiasaan baik ini dapat dibentuk dengan membiasakan menggosok gigi di pagi hari setelah bangun tidur dan malam hari sebelum tidur.

Ajarkan Cara Menyikat Gigi

Orang tua berperan penting dalam mengajarkan anak cara menyikat atau menggosok gigi dengan benar. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengenalkan terlebih dahulu pentingnya menggosok gigi pada anak.

Anak mungkin tidak akan langsung paham, dengan demikian orang tua perlu memberikan contoh langsung cara meyikat gigi. Dapat dimulai dengan menaruh pasta gigi pada bulu-bulu sikat gigi secukupnya. Lalu, ajak anak menggosok giginya selama dua menit. Mulai dari gigi belakang, samping, dalam, hingga ke belakang.

Setelah itu, barulah ajarkan anak untuk berkumur setelah menggosok gigi atau disebut rinsing. Mengutip dari Kompas, American Dentist Associations (ADA) dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) menyarankan melakukan rinsing pada anak-anak dapat menggunakan air matang agar tetap terjaga dan aman.

Bila anak sudah pandai menggosok gigi dengan baik dan bersih, jangan lupa untuk mengajak anak ke dokter gigi. Semakin muda usia anak saat diajak ke dokter gigi, semakin terjaga pula giginya hingga dewasa.

Selain membersihkan plak-plak gigi yang tertinggal, rutin memeriksakan diri ke dokter gigi juga dapat membantu memantau kesehatan gigi dan mulut anak. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat