Jadi Syarat Wajib Perjalanan, Ketahui Kelebihan dan Kekurangan Rapid Test Antigen

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan, ada syarat wajib yang perlu dilakukan yakni menyertakan bukti negatif dari rapid test antigen. Aturan ini sudah berlaku sejak 18 Desember 2020. Sebelum lakukan tes, penting mengetahui sejumlah kelebihan dan kekurangan rapid test antigen ini.

Rapid test antigen berbeda dengan rapid test antibodi yang sebelumnya digunakan untuk syarat perjalanan. Rapid test antigen ini adalah pemeriksaan serologi yang dilakukan untuk mendeteksi keberadaan antigen spesifik dari virus korona SARS-Cov-2. Antigen sendiri adalah molekul yang dapat merangsang respons daya tahan tubuh.

Tes ini dilakukan pada tubuh pasien dengan mengambil spesimen melalui swab atau usapan pada bagian dalam hidung dan tenggorokan atau nasofaring dan orofaring. Sehingga dalam melakukannya, tes ini hanya dapat dilakukan di laboratorium atau rumah sakit oleh petugas yang kompeten.

Berikut ini sejumlah kelebihan rapid tes antigen: 

Hasil dapat diketahui secara cepat

Hasil pemeriksaan dapat diketahui melalui alat rapid. Alat tersebut akan memunculkan warna pada garis tes (T) dalam waktu sekitar 15-30 menit saja. Waktu yang dibutuhkan ini sama dengan rapid tes antibodi, namun lebih akurat, juga jauh lebih cepat dibandingkan tes PCR.

Mampu mendeteksi virus secara langsung

Swab antigen mampu mendeteksi komponen virus secara langsung untuk deteksi dini. Tes ini tidak membutuhkan masa inkubasi terjadinya ikatan antigen antibodi untuk timbul hasil serta tak memerlukan alat pemeriksaan laboratorium khusus seperti tes swab PCR.

Sementara itu, sejumlah kekurangan rapid tes antigen di antaranya:

Hanya mendeteksi dini

Tes ini hanya dapat mendeteksi dini sehingga berpotensi memberikan hasil yang negatif palsu dari hasil swab antigen, tapi masih tetap memiliki akurasi yang lebih baik ketimbang rapid test antibodi.

Tingkat akurasi bervariasi

Tingkat akurasi alat rapid test antigen bervariasi sesuai merek. Ada yang sensitivitas alatnya lebih dari 80 persen, dan spesifisitas alat rapid antigen adalah lebih 97 persen.

Walaupun didapatkan hasil negatif pada rapid tes antigen, hal tersebut tidak dapat menyingkirkan kemungkinan terinfeksi virus, sehingga seseorang masih berisiko menularkan ke orang lain.

Keterampilan petugas mempengaruhi hasil

Rapid tes antigen dilakukan degan petugas yang sudah ahli, artinya keterampilan petugas dalam mengambil spesimen dengan cara mengusap bagian dalam hidung dan tenggorokan akan memengaruhi hasil. Petugas juga wajib menggunakan APD saat pengambilan spesimen.

Uji validasi rapid test antigen terbatas

Uji validasi dari rapid tes antigen masih terbatas, belum dapat menggantikan posisi RT-PCR. Selain itu, meski sudah melakukan rapid tes antigen, para ahli juga menyarankan untuk melakukan tes ulang dengan PCR bila pasien ditemui bergejala atau diketahui memiliki kontak dengan orang yang terkonfirmasi COVID-19.

Untuk informasi pelayanan Rumah Sakit Al-Irsyad Surabaya, dapat menghubungi 03199091800/03199091700 atau WhatsApp 081216514916.

Pendaftaran pasien secara online melalui website dapat dilakukan di sini atau melalui aplikasi Pendaftaran Online RS Al Irsyad Surabaya yang dapat diunduh terlebih dahulu di http://bit.ly/mobileapprsalirsyad. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat