Jadi Kebiasaan di Normal Baru, Begini Saran Para Pakar agar Bersepeda Tidak Berisiko Ganggu Kesehatan

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Beberapa hari belakangan, kegiatan bersepeda semakin marak dilakukan untuk mendukung imunitas tubuh di masa normal baru. Agar tak berisiko mengganggu kesehatan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan merupakan saran dari para pakar kesehatan.

Ketua Asosiasi Industri Persepedaan Indonesia (AIPI) Rudiyono pada Selasa (16/6) mengungkapkan, bahwa produsen sepeda mencatat lonjakan penjualan sepeda beberapa waktu terakhir di masa pandemi COVID-19. Minat masyarakat untuk gowes kembali terlihat di kota-kota besar.

Beberapa aspek yang menjadi penyebab, menurut Rudiyono seperti dikutip dari CNBC Indonesia, utamanya adalah keinginan masyarakat untuk kembali beraktivitas di luar ruangan, namun dengan tujuan menyehatkan. Selain itu, faktor kecenderungan masyarakat untuk tidak menggunakan transportasi umum demi menghindari kerumunan juga disinyalir menjadi penyebabnya.

Untuk itu, mengingat kondisi normal baru di tengah intaian COVID-19, dr. Dyah Intania Sari, Sp.KFR, dokter spesialis rehabilitas medik RS Al Irsyad menyarankan agar bersepeda sebaiknya dilakukan di sekitar rumah. Ia juga menyarankan agar waktu bersepeda tidak lebih dari setengah jam.

Nggak usah jauh-jauh. Sekitar perumahan aja cukup, intensitas ringan saja,” katanya. Untuk olahraga yang tidak intensitas berat, ia menyarankan menghabiskan waktu selama 30 menit dengan frekuensi tiga hingga lima kali seminggu.

Kemudian, ia juga membolehkan olahraga tanpa menggunakan masker namun tetap membawa hand sanitizer. Dengan catatan, tidak bertemu orang lain ataupun berkerumun di ruang publik.

“Sakukan hand sanitizer, kalau bersepeda kiranya akan bertemu tetangga, lebih baik pakai masker,” jelasnya.

Melansir dari Kompas, senada dengan dr. Dyah, Patrick Davitt, Direktur Program Ilmu Sains Kesehatan University of The Science, masker hanya diperlukan ketika kita sering berpapasan dengan banyak orang ketika bersepeda.

Karenanya, jika demikian dan memungkinkan, jauhi dan jaga jarak dengan orang lain. Jika rute yang hendak dilalui dirasa ramai, maka perlu memakai masker dan tetap menjaga jarak dengan orang lain minimal empat meter.

Pesepeda Perempuan Penting Perhatikan Daerah Intim

Di sisi lain, selain saran dari pakar kesehatan jantung dan paru-paru, bagi wanita juga ada saran khusus dari dokter obgyn untuk menjaga daerah intimnya. Menurut dr. Dinda Derdameisya, Sp.OG dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Brawijaya, jika perempuan bersepeda, ia meminta agar mereka berhati-hati untuk menghindari keputihan.

“Paling sering karena posisinya saat bersepeda, keputihan terjadi karena lembab di bagian intim. Jika aktivitas olahraganya memang tinggi, maka kelembaban akan meningkat,” tuturnya.

Agar tidak menyebabkan keputihan, ia menyarankan untuk lebih rajin mengganti celana dalam dan membersihkan area intim. Cara membersihkan ini tidak boleh dilakukan asal-asalan.

Pada area luar vagina atau vulva disarankan membersihkan dengan sabun polos tanpa pewangi. Hindari penggunaan sabun, gel, atau antiseptik. Karena, penggunaan bahan tersebut berpotensi membuat bakteri baik di area tersebut mati.

Sementara itu, dr. Hari Nugroho, Sp.OG dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya menyarankan untuk membasuh vagina dari depan ke belakang setelah buang air kecil. Cara ini sangat disarankan untuk menghindari perpindahan kuman dari anus ke vagina.

“Kalau membasuh vagina dari arah belakang ke depan, ada risiko perpindahan kuman dari anus ke vagina. Akibatnya, bisa infeksi,” paparnya. (ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat