Inilah Perbedaan Pilek Infeksi dan Pilek Alergi

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Datangnya flu seringkali ditandai dengan pilek. Selain sebagai gejala dari infeksi virus influenza, pilek juga dapat menjadi pertanda suatu alergi. Karenanya, perlu kita ketahui perbedaannya.

Melansir CNNIndonesia, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengemukakan bahwa, orang dewasa dapat terjangkit flu dua atau tiga kali dalam setahun. Sedangkan pada anak-anak, flu dapat menyerang hingga delapan kali dalam setahun, terlebih bila mereka sudah masuk sekolah.

Perbedaan sebab terjadinya pilek akibat infeksi atau alergi dapat dilihat dari penanganan dan pilihan obat untuk keduanya. Pilek karena infeksi disebabkan oleh jenis bakteri atau virus yang menyerang saluran pernafasan.

Sedangkan pilek akibat alergi disebabkan oleh paparan allergen seperti udara, dingin, debu, hewan, serbuk sari, hingga riwayat alergi dalam keluarga.

Pilek akibat infeksi akan disertai dengan radang tenggorokan yaitu terasa panas dan sakit ketika menelan. Hal ini membuktikan adanya infeksi virus atau bakteri yang telah menyebar ke seluruh sisitem pencernaan termasuk tenggorokan dan menyebabkan rasa sakit.

Warna kuning atau hijau pada pilek juga menandakan bahwa pilek terjadi akibat infeksi, selain itu juga bila disertai dengan demam.

“Demam merupakan respon tubuh dalam melawan infeksi dengan cara meningkatkan suhu demi membunuh virus,” kata Matthew Mintz, MD, seorang internis di Bethesda, Maryland.

Pilek yang disertai dengan batuk dan sakit otat juga merupakan pilek akibat infeksi. “Batuk merupakan salah satu gejala infeksi yang paling jelas, terutama bila batuk disertai dengan lendir. Namun, bila batuk hanya terjadi di pagi hari saja, atau malam hari saja, sedangkan di siang hari batuk menghilang, kemungkinan bisa saja disebabkan oleh alergi,” ungkap Ian Tong, MD, kepala petugas medis di Doctor On Demand dikutip dari CNN.

Pilek akibat alergi biasanya disertai dengan hidung gatal. Mata, hidung, telinga, kulit, atau tenggorokan yang gatal berhubungan dengan alergi. Ketika sel-sel alergi diaktifkan, maka tubuh akan mengeluarkan senyawa histamin yang menyebabkan rasa gatal.

Selain itu, bila pilek hanya terjadi di waktu tertentu, kemungkinan pilek tersebut berasal dari alergi. Alergi terjadi bila seseorang terkena alergen. Alergi biasanya terjadi di saat-saat tertentu, seperti di pagi hari, saat terpapar bulu hewan, atau serbuk sari tanaman.

Dengan kata lain, bila pilek terjadi hanya saat pagi atau malam, tandanya pilek disebabkan karena alergi. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat