Inilah Penyebab Stroke di Usia Muda

Stroke kini menjadi penyakit yang ‘ramah usia’. Tak hanya menyerang orang tua, namun juga anak muda. Beberapa penyebabnya antara lain gaya hidup alkohol, merokok, dan pil tertentu. Berikut penjelasannya.

Ahli saraf Annesh R. Singhai melalui tribunnews mengatakan stroke yang menyerang anak muda bukanlah hal tabu. Ia menjelaskan bahwa mereka yang berusia 20 tahunan juga mulai banyak yang didiagnosis stroke.

Kemudian menurut S. Ausim Azizi, MD, pimpinanan jurusan Neurologi dan dosen neurologi Temple University Medical School di Philadelphia melalui Hellosehat mengatakan bahwa sangat banyak penyebab yang dapat memicu datangnya stroke di usia muda.

“Dibandingkan stroke pada usia lanjut, stroke di usia muda adalah penyakit yang berbeda. Infeksi, trauma gangguan jantung, dehidrasi, sickle cell disease bisa menjadi penyebab paling umum stroke pada usia muda,” pungkasnya.

Ia mengatakan migrain, pil KB, kehamilan, dan merokok juga diidentidikasi sebagai penyebab stroke usia muda.

Perpaduan Rokok dan Pil KB

Dilansir dari laman yang sama, The Collaborative Group for the Study of Stroke in Young Women mengemukakan bahwa pil KB dapat meningkatkan risiko jika diminum oleh perempuan yang memiliki darah tinggi atau migrain, apalagi jika perempuan tersebut perokok berat. Ini disebabkan karena pil kontrasepsi mengubah agregasi platelet, sehingga meningkatkan aktivitas antitrombin III, mengakibatkan pembekuan pada tingkat tertentu. Kehamilan juga mampu meningkatkan sekitar 13 kali risiko terjadinya stroke iskemik pada perempuan.

Ketidakmampuan Mengolah Stres dengan Baik

Ahli saraf dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr. Pukovisa Prawiroharjo, Sp.S, memaparkan ketidakmampuan melakukan pemecahan masalah turut memicu datangnya stroke.

Selain karena faktor genetik dan gaya hidup, kata Pukovisa, penyebab lainnya, juga karena ketidakmampuan mengolah stres dengan baik. Misalnya sering marah-marah berlebihan dan ambisius dalam mengejar target.

Meskipun sangat jarang sebagai faktor tunggal penyebab stroke, emosi yang berlebihan seperti marah-marah dan menangis histeris – dapat menambah risiko stroke jika memang sebelumnya di pembuluh darah kita sudah ada plak yang menghambat jalannya oksigen ke otak.

Pukovisa menjelaskan, saat marah, otak memerintahkan tubuh untuk melepaskan zat kimia yang membuat seluruh organ tubuh dalam kondisi siaga melalui neurotransmiter (zat dalam otak yang berfungsi membawa pesan antar sel saraf).

“Zat bernama adrenalin itu meningkatkan tekanan dalam darah sehingga jantung kita berdenyut lebih kencang, berdebar-debar dan tubuh menjadi tegang. Ketika tekanan darah meningkat, diameter pembuluh darah akan mengecil sehingga darah yang mengalir ke otak pun akan berkurang,” jelas Pukovisa dalam tribunnews. (Din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat