Inilah Pentingnya Mengenali Tanda Saturasi Oksigen Rendah pada Pasien COVID-19

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Kadar oksigen yang rendah dapat memicu masalah kesehatan. Untuk mengetahuinya, lakukan pemeriksaan tingkat saturasi atau kadar oksigen pada pasien COVID-19, dan kenali tanda saturasi oksigen rendah.

Tingkat saturasi atau jumlah oksigen di dalam darah dapat dicek menggunakan alat pulse oximeter. Alat ini juga berfungsi untuk memeriksa seberapa baik jantung memompa oksigen ke seluruh tubuh.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri telah merekomendasikan pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri untuk mengukur kadar oksigen dalam darah dengan menggunakan oximeter secara mandiri.

Dengan bantuan alat pulse oximeter, tingkat saturasi oksigen dianggap normal jika menunjukkan antara 95-100 persen. Sementara pada orang dengan masalah paru-paru seperti PPOK dan asma, tingkat saturasi akan berada di bawahnya.

Sedangkan saturasi oksigen rendah atau hipoksemia ditandai dengan tingkat saturasi di kisaran 90-92 persen. Angka ini menandai adanya masalah pada paru-paru dan kebutuhan oksigen tambahan.

Dokter Spesialis Paru, Erlang Samoedro menjelaskan, jika angka saturasi oksigen menunjukkan di bawah 90 persen, maka disarankan untuk segera mencari pertolongan medis. Biasanya, saat kekurangan oksigen dalam darah, tubuh akan memunculkan sejumlah gejala seperti pusing, sesak napas, dan berdebar.

Selain gejala tersebut, ada beberapa tanda ketika saturasi oksigen rendah, dilansir dari CNN pada Senin (28/6), yakni batuk-batuk, napas ngos-ngosan, dan bingung.

Cara Mencegah Kekurangan Oksigen dalam Darah

Ada beberapa cara untuk mengatasi dan mencegah kekurangan oksigen dalam darah, antara lain:

1. Buka jendela atau keluar menghirup udara segar

Hal sederhana seperti membuka jendela atau berjalan-jalan sebentar dapat meningkatkan meningkatkan kadar oksigen dalam darah secara keseluruhan.

2. Berhenti merokok

Setelah dua minggu tak merokok, banyak orang menemukan bahwa sirkulasi dan kadar oksigen secara keseluruhan meningkat secara signifikan. Fungsi paru-paru bahkan bisa meningkat 30 persen dalam waktu singkat.

3. Latihan pernapasan

Ahli rehabilitasi paru merekomendasikan tiap orang untuk melakukan latihan pernapasan sederhana untuk menjaga kadar oksigen dalam darah. Misalnya dengan pernapasan bibir mengerucut atau pernapasan diafragma. Pernapasan ini membuka saluran udara dan meningkatkan jumlah oksigen dalam tubuh.

4. Konsumsi makanan yang memperlancar sirkulasi

Nitrat merupakan senyawa yang mengendurkan pembuluh darah dan dapat meningkatkan suplai oksigen ke dalam tubuh. Biasanya dapat ditemukan pada buah bit, bawang putih, sayuran hijau, buah delima, sayuran silangan, kecambah, daging, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Tak hanya itu, tubuh juga memerlukan asupan folat dan B12 sebagai pembentuk zat besi, yang membawa oksigen dari darah.

Konsultasikan gangguan kesehatan Anda pada dokter yang ahli di bidangnya. Untuk informasi lebih lanjut pelayanan Rumah Sakit Al-Irsyad Surabaya, dapat menghubungi 03199091800/03199091700 atau WhatsApp 081216514916 (chat only).

Pendaftaran pasien secara online melalui website dapat dilakukan di sini atau melalui aplikasi Pendaftaran Online RS Al Irsyad Surabaya yang dapat diunduh terlebih dahulu di http://bit.ly/mobileapprsalirsyad. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat