Inilah Beragam Penyakit Penyerta yang Dapat Memperparah Infeksi Covid-19

Rs-alirsyadsurabaya.co.id – Penyebaran infeksi virus corona (Covid-19) menjadi semakin luas, dan pasien terkonfirmasi positif pun semakin meningkat. Bahkan, pasien positif terinfeksi akan memiliki gejala yang lebih parah apabila mereka mempunyai komorbid atau penyakit penyerta, yang dapat menyebabkan kematian.

Sebelum terinfeksi virus corona, beberapa penyakit penyerta atau penyakit lain bisa saja sudah dimiliki oleh seorang pasien. Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Puspita Mayangsari, Sp.PD menyampaikan, bahwa penyakit tersebut akan memperburuk perjalanan klinis, dikarenakan memiliki imun yang lebih rendah.

“Penyakit penyerta memperburuk perjalanan klinis Covid-19 karena imunnya lebih rendah. Apalagi jika faktor komorbid itu tidak terkontrol dengan baik,” ujar dokter yang praktek di RS Al Irsyad Surabaya

Hipertensi

Kasus Covid-19 di Italia menunjukkan lebih dari 75 persen pasien Covid-19 yang meninggal dunia memiliki penyakit penyerta, yakni hipertensi. Seseorang didiagnosis memiliki hipertensi jika pengukuran tekanan darah berada di atas 140/90 mmHg.

dr. Mayang panggilan akrabnya, mengungkapkan, apabila tekanan darah yang mengalir di seluruh tubuh dapat merusak organ dengan cepat, apalagi bila disertai dengan Covid-19.

Menurutnya, hipertensi merupakan kondisi yang rentan terjadi pada setiap orang. Risiko terkena hipertensi terus meningkat seiring dengan kenaikan usia.

“Hampir 60 persen orang yang berusia di atas 60 tahun memiliki hipertensi. Di Indonesia satu banding tiga orang dewasa, prevalensinya 34,1 persen,” ungkapnya.

Diabetes

Infeksi dari virus corona jenis baru ini akan lebih mempercepat kerusakan organ pada penderita diabetes. Lebih dari 35 persen pasien Covid-19 yang meninggal dunia di Italia disebabkan oleh diabetes.

Penyakit diabetes dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal, hiperglikemi akan menyebabkan produk-produk yang merusak nefron, bagian terkecil ginjal, dan kerusakan akan semakin bertambah menyebabkan massa ginjal makin lama makin sedikit sehingga fungsinya menurun.

“Selain merusak ginjal, kondisi ini perlahan juga dapat merusak jantung, pembuluh darah, hingga mata,” tuturnya.

Penyakit Paru-Paru

Penyakit penyerta yang berhubungan dengan kerusakan paru-paru seperti paru-paru obstruktif kronis (PPOK), asma, dan tuberkulosis (TBC), ternyata dapat memperparah kondisi pasien Covid-19.

“Faktor penyakit hipertensi, penyakit sesak napas karena ada kelainan paru-paru, bisa karena asma, TBC, ini jadi penyebab meninggal kasus Covid-19, termasuk diabetes,” kata Juru Bicara Pemerintah Khusus Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dilansir dari cnnindonesia.com.

Virus ini juga menyerang paru-paru dan tentu akan merusaknya. Paru-paru yang rusak membuat organ tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup sehingga memicu kerusakan organ yang dapat menyebabkan kematian.

Penyakit Jantung

Penyakit jantung juga menjadi penyakit penyerta yang memberatkan pasien Covid-19. Sistem imun akan melemah sehingga dapat membuat kerusakan semakin meradang yang berujung pada serangan jantung, stroke, bahkan kematian.

Demam Berdarah Dengue (DBD)

Yurianto memaparkan, bahwa di situasi pancaroba, penyakit DBD akan sering terjadi, dan penyakit DBD ini juga dapat memperparah Covid-19. “Kita harus waspadai betul konteks musim pancaroba penyakit DBD akan sering kali jadi sangat buruk manakala disertai dengan Covid-19,” paparnya.

Ketua Satgas Covid-19 dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Profesor Zubairi Djoerban juga mengimbau agar masyarakat tetap waspada, sebab gejala yang ditimbulkan pasien Covid-19 ternyata juga menyerupai penyakit DBD.

“Salah satu pasien saya adalah pasien demam berdarah spesifik dengan gejala trombosit rendah, pegal linu, lalu sembuh. Seminggu kemudian panas dan batuk lalu di rontgen dan dites ternyata positif Covid-19,” kata Zubairi. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat