Inilah Alasan di Balik Pentingnya ASI Eksklusif untuk Bayi

Rs-alirsaydsurabaya.co.id-Baru-baru ini terdengar kabar adanya bayi yang meninggal. Karena diberi makanan padat saat belum genap 4 bulan usianya. Padahal, berbagai macam organisasi kesehatan telah menganjurkan ASI Eksklusif untuk bayi hingga 6 bulan pertama hidupnya. Mengapa demikian ? mari kita simak ulasan di bawah ini.

Air Susu Ibu (ASI) adalah sumber asupan nutrisi utama bagi bayi. Konsumsi ASI untuk bayi sangat dianjurkan hingga berumur 2 tahun. Namun menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, ASI ini bersifat eksklusif ketika usia jabang bayi 0 hingga 6 bulan.

Pada masa menyusui, ASI juga harus diperhatikan kualitasnya oleh si ibu. Ini mendukung untuk sang bayi berkembang dengan baik. Karena, pada masa tersebut hingga 2 tahun usianya ialah Periode Emas Anak.

Di dalam Islam sendiri, perintah untuk menyusui anak ada dalam Al Quran, surat Al Baqarah: 233 yang bunyinya, “Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.”

Pentingnya menyusui hingga Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan ini ternyata banyak alasan kesehatan di baliknya. Manfaat tersebut tak hanya dirasakan oleh anak namun juga ibu yang menyusuinya. Berikut adalah manfaat-manfaatnya menurut Kemenkes RI.

Manfaat ASI Eksklusif untuk Anak

ASI Eksklusif yang diberikan kepada bayi berusia 0-6 bulan memiliki beberapa manfaat utama. Manfaat yang pertama adalah membuat imunitas bayi meningkat. Dengan ketahanan yang baik, tentu bayi akan tumbuh dan berkembang dengan baik.

Kemudian, ASI Eksklusif juga diberikan karena membantu perkembangan otak dan fisik bayi. Ini adalah manfaat yang paling penting untuk bayi. Pemberian ASI selama 6 bulan berturut-turut dapat memberi dampak yang besar ke depannya untuk tumbuh kembang bayi.

Manfaat ASI Eksklusif untuk Ibu

Sementara itu, selain anak yang mendapat manfaat, ibunya pun juga mendapat manfaat dari memberikan ASI ini. Manfaatnya yaitu, dapat mengatasi rasa trauma persalinan. Sebagian ibu akan merasa trauma ketika melahirkan anaknya. Kehadiran bayi dapat menjadi penyemangat bagi ibu dan lepas dari trauma persalinan.

Biasanya para ibu akan mengalami baby blues syndrome. Sindrom ini menyerang karena ada ketidakseimbangan hormon dalam tubuh. Dan biasanya akan membuat mood ibu tidak stabil.

Lalu, menyusui juga dapat mencegah ibu agar tidak terserang kanker payudara. ASI dapat meminimalkan timbulnya risiko kanker payudara. Pemberian ASI secara eksklusif nyatanya dapat memberi dampak yang baik. Baik bagi anak yang disusui maupun ibunya. (ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat