Ini Tanda Tubuh Anda Kekurangan Protein

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Selain karbohidrat, tubuh juga butuh asupan protein. Dengan adanya protein, asupan nutrisi tubuh akan semakin lengkap. Sayangnya, di Indonesia, masih banyak orang yang kekurangan asupan protein dalam asupan sehari-harinya

Diungkapkan oleh Rajavel Elango, ahli nutrisi dan metabolisme dalam kompas, protein merupakan salah satu komponen penting sebagai neurotransmitter otak, pembentukan jaringan kulit, otot, dan lain sebagainya. Baik dari sumber hewani maupun nabati, masing-masing mengandung asam amino yang berbeda.

“Sangat penting mengonsumsi berbagai variasi saat makan. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan asam amino,” katanya. Namun, di Indonesia, masih banyak orang yang tidak terlalu memikirkan keseimbangan nutrisi hariannya.

Asupan protein yang dikonsumsi orang-orang Indonesia masih kurang. Demikian dijelaskan dalam detik, oleh pakar nutrisi olahraga, Mury Kuswari, S.Pd., M.Si, dari Indonesian Association of Fitness and Sport Nutritionist (ANOKI).

“Karena protein, proses melihat ini menjadi lebih jernih. Ada proses dalam tubuh yang butuh protein. Kalau kurang protein? akan mengambil dari tulang, dan tulang menjadi keropos,” jelasnya.

Tubuh mengambil protein dari tulang, karena tulang mengandung banyak mineral. Jika ini terus berlanjut, maka menurutnya, dapat diperkirakan pada umur 40 tahunan, seseorang bisa mengalami osteoporosis. Karena, tubuh butuh keseimbangan nutrisi.

Selain itu, tanda kekurangan protein, dipaparkan olehnya bisa dilihat dari tempo berjalan ataupun konsentrasi seseorang. Ia berpendapat bahwa jika biasanya seseorang berjalan dengan tempo yang cepat, kemudian menjadi pelan, dan konsentrasi seseorang yang awalnya bertahan beberapa jam, namun lambat laun semakin mudah kehilangan konsentrasi, ini juga merupakan tanda seseorang kekurangan protein.

“Itu karena kekurangan protein. Tubuh jadi melakukan penyesuaian agar bisa berjalan tapi tidak maksimal,” imbuh Mury.

Sementara itu, ia melanjutkan penjelasannya tentang bagaimana cara mengetahui kondisi tubuh yang telah mendapat cukup asupan protein. Ia menyarankan untuk berkunjung ke ahli gizi.

“Tanya ahli gizi, tangkinya kita itu kebutuhannya berapa, kan setiap orang berbeda. Jangan-jangan diisi setengah zat gizi bagus, setengahnya lemak. Ini perlu analisa dari ahli gizi,” pungkasnya.

“Kalau di lihat dari luar, kalau secara klinis, dia badannya lebih kecil, lebih kurus. Atau badannya kecil, tubuhnya kurus, tapi perutnya buncit. Itu karena permasalahan kurang protein,” lanjut ahli gizi itu.

Keseimbangan nutrisi dalam tubuh menjadi sangat penting. Jika kekurangan salah satu nutrisi seperti protein, akan berdampak besar pada tubuh. Osteoporosis dan beberapa penyakit lain dapat menghantui seseorang yang kekurangan protein. Langkah terbaiknya, Anda dapat berkonsultasi pada ahli gizi di RS Al-Irsyad Surabaya untuk kembali menyeimbangkan nutrisi yang masuk ke tubuh.(ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat