Ini Risiko Kelebihan dan Kekurangan Hormon Insulin di Tubuh

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Insulin seringkali menjadi pengobatan bagi orang yang terkena diabetes. Namun, hormon ini juga perlu diperhatikan kadarnya. Karena, kekurangan dan kelebihan hormon ini dapat mengundang bahaya.

Hormon insulin merupakan salah satu hormon yang penting untuk metabolisme tubuh. Insulin adalah hormon alami yang diproduksi oleh organ pankreas. Tanpa hormon ini, sel-sel tubuh akan kekurangan energi. Karenanya, hormon ini menjadi salah satu hormon yang sangat penting bagi kelangsungan metabolisme tubuh.

Melansir dari liputan6, cara kerja hormon insulin dalam tubuh diperlukan beberapa tahap. Pertama, insulin akan memberi sinyal pada pankreas ketika terjadi peningkatan glukosa dalam tubuh. Setelah hormon insulin berhasil diproduksi pankreas, maka hormon akan memberi sinyal pada sel di seluruh tubuh untuk mengambil glukosa di dalam darah.

Kemudian, ketika glukosa mulai diserap, maka kadar glukosa tubuh menjadi turun dan normal kembali. Glukosa yang telah diserap ini akan menjadi sumber energi untuk metabolisme. Namun, sebagian juga disimpan di hati dan menjadi glikogen.

Meski Penting, Kekurangan atau Kelebihan Hormon Insulin Juga Berbahaya

Sebuah studi yang terbit dalam jurnal Fertility and Sterility melakukan penelitian terhadap sel-sel plasenta yang disebut trofoblas. Sel ini diambil dari tiga kehamilan trimester pertama dan mengekspos sel tersebut dengan insulin.

Dalam percobaan tersebut, insulin tidak bermasalah. Namun, beberapa wanita dengan kondisi tubuh yang kurang mampu merespon insulin dengan baik, kadang malah membuat pankreas memproduksi jauh lebih banyak insulin. “Telah diketahui sementara waktu bahwa wanita dengan resistensi insulin juga memiliki tingkat keguguran yang tinggi,” jelas dr. Zev Williams, Direktur Pusat Kesuburan Universitas Columbia dan salah satu tim penelitian tersebut, dilansir dari laman MSN.

Sementara itu, dalam kasus kekurangan insulin pun juga tak kalah bahaya. Pada kasus resistensi insulin terdapat juga respon yang kurang baik di dalam tubuh. Sinyal untuk memasukkan gula ke dalam darah itu rusak, yang mengakibatkan tubuh tidak bisa memanfaatkan insulin secara optimal.

Dikatakan oleh dr. Aris Wibudi, Sp.PD, seorang Ahli Endokrin bahwa resistensi insulin biasanya terjadi ketika berat badan seseorang naik dan lingkar perut melebar. Ditambah lagi pada orang yang memiliki faktor genetik resisten insulin dan penyakit liver, risikonya akan meningkat.

“Tidak semua orang punya konsep perut kecil itu sehat. Padahal, membesarkan lingkar perut itu juga berbahaya,” katanya, dikutip dalam kompas.

Menurutnya, orang-orang dengan lingkar pinggang lebih dari 80 sentimeter pada wanita dan 90 meter pada pria dapat menjadi pertanda adanya resistensi insulin. “Kalau kondisi ini dibiarkan, lama kelamaan akan jadi sindrom metabolik dan mengarah pada diabetes,” imbuhnya.

Dengan begitu, hormon insulin pun perlu dikontrol komposisinya dalam tubuh. Agar metabolisme dapat berfungsi secara optimal. Dan tubuh pun tidak kekurangan energi untuk menjalankan fungsi-fungsinya.(ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat