Ini Penyebab dan Cara Pencegahan Terjadinya Hamil Anggur

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Istilah hamil anggur atau Mola Hidatidosa sudah bukan hal baru bagi ibu hamil. Rasa khawatir kerap mengancam bila berkaitan dengan istilah tersebut. Hal itu karena sel telur yang dibuahi tidak berkembang menjadi janin sehingga merupakan kelainan pada kehamilan.

Meski sudah bukan hal baru, namun belum banyak orang yang mengetahui penyebab dari kondisi ini. Hamil anggur terjadinya karena adanya ketidakseimbangan kromosom saat masa kehamilan.

Kelainan kehamilan ini terdapat pada proses perkembangan di sel telur sehingga membuat janin tidak tumbuh dalam rahim. Sel telur yang tidak berkembang akhirnya membentuk sekumpulan kista atau cairan.

Angka kejadian hamil anggur secara pasti sangatlah bervariasi di dalam beberapa populasi yang berbeda.Pada penelitian epidemiologi ditemukan angaka kejadian hamil anggur atau mola hidatidosa di Amerika Serikat adalah 108 per 100.000 kehamilan, di Itali 62 per 100.000 kehamilan, di Indonesia 993 per 100.000 kehamilan, dan di Cina 667 per 100.000 kehamilan (Benirschke K, 2005)

“Insiden mola hidatidosa per 1.000 kehamilan terjadi di Asia di mana 5 negara yang menduduki peringkat atas yaitu Indonesia dengan 13 kasus, Taiwan 8,0 kasus, Filipina dan China 5,0 kasus, serta Jepang 3.8 kasus,” ungkap dr Ariefandy Pambudi, Sp. OG, Spesialis Kandungan Kebidanan Rumah Sakit Al Irsyad Surabaya.

Penyebab terjadinya hamil anggur memang belum diketahui dengan pasti namun ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan terjadinya hamil anggur tersebut.

Faktor usia ibu hamil dapat menjadi penyebab terjadinya hamil anggur bila usia ibu hamil lebih dari 35 tahun. Begitu pula dengan faktor gizi, jika ibu hamil kekurangan asupan nutrisi maka akan lebih mudah mengalami hamil anggur.

“Faktor genetik juga mempengaruhi terjadinya hamil anggur dan adanya riwayat keguguran sebelumnya pada ibu hamil juga berdampak. Selain itu, gaya hidup yang tidak sehat juga dapat menjadi penyebabnya,” papar dokter Ariefandy.

Meski demikian, ada juga penanganan yang dapat dilakukan oleh ibu untuk menghindari terjadinya hamil anggur. Dengan penanganan yang tepat maka hamil anggur dapat disembuhkan.

“Langkah awal sebaiknya merubah pola hidup yang tak sehat, hindarilah merokok dan minum alkohol dan juga perlunya mengenali faktor risiko dalam kehamilan, yaitu usia lebih dari 35 tahun, riwayat penyakit diabetes, hipertensi, penyakit imun dan lain sebagainya,” lanjutnya.

Selain itu, jika wanita sudah merencanakan untuk kehamilan, maka dianjurkan untuk melaksanakan diet yang baik, minimal tiga bulan sebelum kehamilannya.

“Diet disini bukan berarti untuk mengurangi berat badan, tapi lebih kepada mengontrol makanan yang dimakan berdasarkan kebutuhan tubuh yang hendak hamil dengan sehat, dengan mengonsumsi vitamin A dan asam folat,” jelas dokter Ariefandy mengakhiri. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat