Ini Penyakit yang Rawan Terjadi saat Mudik

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Ketika mudik tiba, ada berbagai risiko kesehatan yang dapat menimpa pemudik. Apalagi, jika pemudik tidak mempersiapkan fisik dan mentalnya. Sebelum itu terjadi, kita perlu tahu berbagai macam penyakit yang rawan terjadi saat mudik. Berikut ulasannya.

Baru-baru ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, Jawa Barat mengimbau untuk mewaspadai beberapa penyakit yang rawan terjadi saat musim mudik. Dinas setempat juga diimbau untuk pemudik agar mempersiapkan stamina dan kebersihan badan selama mudik.

“Keluhan penyakit yang sering dialami pemudik seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dehidrasi, diare, dan infeksi jamur,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes Kota Bekasi Jawa Barat, Dezi Syukrawati, dikutip dari antaranews.

Penyebab dari empat penyakit tersebut pun dikatannya berbeda. ISPA biasa disebabkan cuaca ekstrem saat siang hari dan paparan debu di jalanan. Maka dari itu, para pemudik, khususnya pemudik dengan kendaraan roda dua, untuk menggunakan masker saat berkendara.

Kemudian, jika dehidrasi, biasanya terjadi karena kurangnya asupan air mineral saat berkendara. Jika ini terus dibiarkan terjadi, akan ada peningkatan suhu tubuh mendadak dan dapat berujung pingsan. Karenanya, menjaga asupan air mineral saat mudik pun juga penting.

“Kalau lelah segera beristirahat dan bawa bekal yang sehat serta cukup, jangan lupa juga minum air yang cukup,” lanjutnya.

Lalu, juga penyakit diare yang rentan dialami pemudik. Penyebab yang umum terjadi pada pemudik dikarenakan makanan yang dikonsumsi kurang higienis atau peralatan makan yang digunakan juga kurang higienis. Sehingga, bakteri E.Coli mudah masuk ke pencernaan. Dan bila dibiarkan dapat menyebabkan demam dan sakit perut berkepanjangan.

Dan penyakit yang terakhir adalah penyakit jamur. Penyakit ini acapkali terjadi di daerah intim. Celana yang basah dan berkeringat selama perjalanan, membuat pangkal paha menjadi lembab. Dan dalam kondisi inilah yang dapat memicu tumbuhnya jamur pada organ intim.

Selain itu, penggunaan kloset duduk juga dapat berpotensi memicu tumbuhnya jamur pada organ intim. Kloset jenis ini dapat menjadi perantara penyakit jamur. Sebaiknya, jika mungkin gunakanlah kloset jongkok untuk menghindari penyakit jamur.

Meski demikian, bila terpaksa, bersihkanlah dahulu dudukan di kloset duduk dengan sabun. Baru kloset dapat digunakan, dan setelah menggunakan jangan lupa bersihkan juga bagian organ intim Anda untuk menghindari risiko penyakit jamur.

“Infeksi jamur rawan terjadi pada kaum perempuan, terutama yang menggunakan pembalut. Karena, terlalu memaksakan perjalanan, mereka lupa mengganti dengan yang baru sehingga timbul infeksi jamur,” ujar Dezi.

Rasa lelah juga sering dialami oleh pemudik. Mereka seringkali melupakan kondisi tubuh karena ingin segera sampai di kampung halamannya. “Kalau lelah sebaiknya istirahat, jangan dipaksakan karena bisa menurunkan tingkat kewaspadaan berkendara yang berdampak pada kecelakaan lalu lintas,” imbaunya.(ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat