Ini Pentingnya Konsumsi Ikan bagi Bumil

Rs-alirsyadsurabaya.co.id– Kesehatan dan tumbuh kembang janin sangat dipengaruhi oleh apa yang dikonsumsi ibu selama kehamilan. Oleh karenanya pola makan harus diperhatikan. Ikan menjadi salah satu makanan yang dianjurkan para dokter untuk bumil. Ini alasannya.

Rekomendasi untuk mengonsumsi ikan bagi ibu hamil dikeluarkan oleh pemerintah Amerika Serikat. Untuk pertama kalinya mereka juga memberikan panduan jumlah minimum konsumsi ikan setiap minggunya.

Bukan hanya ibu hamil, ibu menyusui dan anak-anak juga disarankan untuk lebih rajin mengonsumsi ikan. Disebutkan, populasi tersebut sebaiknya makan ikan 2-3 kali ikan dalam seminggu.

“Selama bertahun-tahun para wanita menghindari asupan ikan selama hamil dan menyusui. Mereka juga khawatir memberi ikan pada anak yang masih kecil. Tetapi studi-studi terbaru menyimpulkan bahwa menghindari ikan bisa membuat mereka kekurangan nutrisi penting yang baik untuk tumbuh kembang anak,” kata Stephen Ostroff, ketua riset Food and Drug Administration AS, seperti dikutip dari Kompas.

Lebih lanjut Ostroff menjelaskan jenis ikan yang disarankan adalah ikan yang kandungan merkurinya rendah, misalnya salmon, ikan cod, udang, atau ikan lele.

Sementara itu ikan tilefish, ikan hiu, mackerel, dan todak, sebaiknya dihindari karena kadar merkurinya tinggi.

Konsumsi Ikan Selama Kehamilan Mampu Turunkan Kecemasan

Studi terbaru mengatakan konsumsi ikan selama kehamilan dapat menurunkan kecemasan. Sebab seringkali seorang ibu hamil  mengalami kecemasan berlebihan, khususnya menjelang hari persalinan.

Dalam studi ini, tim peneliti dari The Federal University of Pelotas melakukan pengkajian terhadap 9.500 wanita. Mereka dikelompokkan berdasarkan pola dietnya. Pada usia kehamilan 32 minggu, semua responden diminta untuk melengkapi kuesioner tentang tingkat kecemasan mereka.

Hasilnya, ditunjukkan bahwa mengonsumsi 1 porsi ikan gelap atau berminyak setiap minggunya dapat memberi efek terhadap tingkat kecemasan ibu dalam melalui proses kehamilan, seperti dilansir Times of India.

Dilaporkan dalam New York Daily News, studi tersebut juga menunjukkan hasil bahwa ibu hamil yang tidak pernah atau jarang makan ikan gelap atau berminyak seperti salmon dan tuna, 53 persen lebih mungkin untuk mengalami kecemasan tingkat tinggi pada trimester ketiga. Hasil ini didapat jika dibandingkan dengan ibu hamil yang makan ikan sedikitnya sekali dalam seminggu.

Selain itu, nyatanya ibu hamil vegetarian juga 25 persen lebih mungkin untuk mengalami kecemasan dibandingkan dengan ibu hamil yang mengkonsumsi ikan dan daging.

Oleh karenanya, Juliana Vaz, penulis studi, merekomendasikan ibu hamil untuk diet kaya biji-bijian, sayuran, daging, ayam, dan ikan.

Jangan Lebih dari Tiga Porsi dalam Seminggu

Para pakar tidak merekomendasikan konsumsi ikan lebih dari tiga porsi dalam seminggu bagi bumil. Hal ini dikarenakan berdasar studi, konsumsi ikan berlebih selama masa kehamilan dapat menyebabkan bayi mengalami obesitas.

Sebuah studi internasional terbaru yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Pediatrics Association telah menemukan bahwa wanita hamil yang makan lebih dari tiga porsi ikan seminggu, membuat bayi memiliki risiko besar untuk obesitas.

Dilansir dari Kompas, peneliti menganalisa lebih dari 26.000 pasang ibu dan anak-anak di Eropa dan negara bagian Massachusetts selama 15 tahun. Sebagian besar ibu yang diteliti ialah non perokok dan dalam kesehatan yang baik dengan indeks massa tubuh normal.

Setelah mengikuti perkembangan pasangan ibu-anak, peneliti menemukan bahwa anak-anak (di bawah usia 2 tahun) dari ibu yang makan lebih banyak ikan selama kehamilan memiliki berat badan yang melebihi anak-anak seusianya.

“Ada kemungkinan bahwa efek samping kontaminasi ikan lebih besar ketimbang manfaat asam lemak omega-3,” kata penulis studi Leda Chatzi.

Yang pasti, sejalan dengan rekomendasi AS Food and Drug Administration, wanita hamil perlu makan ikan dua sampai tiga porsi ikan per minggu, tapi tidak lebih dari itu. (Din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat