Ini Penjelasan dari Napas Bayi yang Terdengar Grok-grok

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Sering dijumpai bayi atau anak dengan napas terdengar “grok-grok” yang kerap menjadi kekhawatiran bagi orang tua. Lantas, bahayakah pernapasan tersebut pada bayi? Berikut ulasannya.

Darmawan B Setryanto, UKK Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyampaikan bahwa dalam keadaan normal, dinding saluran napas menghasilkan cairan lendir yang memiliki banyak fungsi. Salah satunya adalah untuk pertahanan saluran napas yang bertugas memerangkap zat asing yang terbawa dalam udara, kemudian dihirup sehingga berpotensi menimbulkan gangguan saluran napas.

Lendir tersebut kemudian dibawa dari saluran napas bawah kemudian akan sampai pada tenggorokan yang biasanya tertelan secara tidak sadar. Bila jumlah lendir ini lebih banyak daripada biasa, maka akan merangsang refleks batuk.

Bersihan mukosilier dan batuk merupakan pasangan mekanisme pertahanan saluran napas yang efektif dan bermanfaat.

Kondisi napas seperti ini, jika terjadi pada bayi yang baru lahir, dilansir dari laman resmi idai.or.id, maka lendir yang terdapat dalam saluran napas bayi tersebut akan dibantu untuk dikeluarkan. Sehingga bayi tidak mengalami sesak dan dapat bernapas lancar.

Akan tetapi, memang ada beberapa kasus ditemui petugas yang belum terampil melaksanakan tugasnya sehingga lendir masih tersisa.

Tak jarang, dilontarkan tudingan bila napas bayi terdengar grok-grok pada penolong persalinan bahwa mereka tak bersih mengeluarkan lendir bayi. Padahal tudingan tersebut keliru, karena jika memang dalam pertolongan terhadap bayi saluran napasnya tidak bersih, maka bayi akan sesak hebat dan mungkin tidak bisa bertahan hidup.

Suara napas grok-grok pada bayi sebenarnya disebabkan oleh suara udara yang melewati cairan lendir. Pada pasien yang mempunyai riwayat alergi dalam keluarga, ibu, ayah, atau anggota keluarga lain, keadaan ini dapat lebih nyata.

Bila bayi mengalami alergi di saluran napas, maka produksi lendirnya akan lebih banyak. Sehingga lendir pun akan sulit dibersihkan. Semakin kewalahan bersihan mukosiliernya, dan makin keras suara grok-groknya.

Dokter Darmawan menyebut, kondisi ini masih akan lebih parah lagi bila ada hal-hal tertentu yang merangsang produksi lendir lebih banyak, misalnya asap rokok, bulu binatang, debu rumah, dan tungau debu rumah di dalamnya seperti dalam boneka bulu atau gorden yang belum dicuci.

Sementara itu, Dokter Spesialis Anak RS Al-Irsyad Surabaya, dr. Ahmad Assegaf, Sp.A,  menuturkan beberapa cara yang dapat dilakukan orangtua untuk membersihkan lendir yang menumpuk terlalu banyak pada bayi. Pasalnya, bila lendir terlalu banyak di dalam hidung bayi dan tidak dibersihkan, maka lendir dapat mengeras sehingga membuat bayi semakin sulit bernapas.

“Untuk mengatasi masalah ini, orangtua bisa membersihkan area luar hidung menggunakan tisu atau kapas. Basahi sedikit tisu atau kapas menggunakan air hangat, ini dapat membantu lendir yang mengeras menjadi lebih mudah dibersihkan,” terangnya.

Selain itu, ada cara lain untuk mengatasi hidung bayi tersumbat akibat lendir yaitu menggunakan mesin pelembap udara atau  humidifier. Alat yang satu ini dapat mengontrol suhu udara di ruangan menjadi lebih hangat dan lembap, sehingga dapat membuat lendir tidak mengeras di dalam hidung. 

“Jika alat ini kurang membantu, bisa juga menjemur bayi di bawah sinar matahari. Selain memberikan asupan vitamin D secara alami, bunyi napas bayi grok-grok bisa diatasi. Sebaiknya berjemur di waktu-waktu terbaik mulai pukul 07.30 hingga 08.30 dengan durasi 15 menit atau maksimal 30 menit,” tutupnya.

Pada intinya, jika bayi mengalami napas terdengar grok-grok yang timbul karena adanya lendir berlebih di saluran napasnya, maka hal itu tidaklah berbahaya. Yang perlu dilakukan adalah mencari apakah ada hal-hal yang dapat memperparah keluhan tersebut. Jika ada, maka harus diusahakan semaksimal mungkin agar bayi terhindar dari faktor penyebab tersebut. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat