Ini Langkah Orangtua bagi Buah Hatinya yang Alergi pada Makanan

Alergi pada anak atau buah hati bisa diturunkan dari orangtua. Namun, ada anak yang memiliki alergi meski orangtuanya tidak memiliki riwayat alergi.

Dikutip Kementerian Kesehatan, dari data penelitian menunjukan anak memiliki risiko alergi sebesar 15 persen jika orangtuanya tidak memiliki riwayat alergi.

Sedangkan jika orangtua memliki riwayat alergi, risiko tersebut meningkat menjadi 60-80 persen. Alergi bisa diturunkan secara genetik, tapi tidak selalu secara vertikal. Alergi bisa diturunkan dari anggota keluarga lain seperti kakek.

Penyebab alergi yang paling sering di antaranya susu sapi, telur, kedelai, makanan laut, ikan, gandum, kacang tanah, dan kacang pohon seperti kacang almond.

Pada bayi, pencetus yang paling sering adalah susu formula. Selain itu, meski persentasenya kecil, makanan yang dikonsumsi oleh ibu bisa saja memicu alergi pada bayi dengan ASI eksklusif.

Pada kulit, gejala yang muncul biasanya bentol di beberapa bagian tubuh, terjadi bengkak pada bibir atau kelopak mata, dan muncul dermatitis atopik (eksim).

Jika alergi terjadi di saluran pencernaan, gejala biasanya berupa diare, muntah-muntah, dan jika sudah parah bisa menyebabkan buang air besar darah.

Sementara untuk alergi yang menyerang saluran napas, gejala yang ditimbulkan berupa asma dan sesak napas.

Gejala alergi makanan terbagi menjadi dua yaitu reaksi cepat dan reaksi lambat.

Untuk reaksi cepat, gejala muncul dalam kurun kurang dari 2 jam. Sedangkan untuk reaksi lambat, gejala akan muncul 2 jam hingga 3 hari setelah mengonsumsi makanan pencetus.

Munculnya bentol di sekujur tubuh adalah salah satu gejala dari reaksi cepat. Selain itu anak akan mendadak muntah atau diare dan merasakan sesak napas.

Sementara itu, untuk reaksi lambat, biasanya akan timbul keparahan pada gejala atau penyakit yang sudah ada. Misalnya jika anak memiliki eksim, maka eksim tersebut akan bertambah parah.

Ada beberapa prinsip menangani alergi makanan pada anak. Pertama, mencari tahu makanan apa yang menjadi pencetus alergi dengan melakukan anamnesa seputar gejala setelah mengkonsumsi makanan tertentu.

Kedua, menghindari pencetusnya dengan lebih selektif memilih makanan, salah satunya dengan membaca label kandungan pada kemasan makanan.

Jika gejala bertambah berat, berikan obat sesuai gejala yang diderita. Segera konsultasikan dengan dokter jika gejala semakin parah.

Pencegahan alergi agak sulit dilakukan karena berkaitan dengan faktor genetik. Namun, saat hamil, ibu bisa memperbanyak konsumsi makanan dengan gizi seimbang.

Selain itu, hindari paparan asap rokok karena berperan pada alergi. Berikan ASI eksklusif pada anak karena bisa menunda alergi.

Saat anak mulai bisa makan, berikan makanan dengan gizi seimbang. Berikan juga paparan sinar matahari yang cukup pada anak untuk memberikan vitamin D serta probiotik sebagai upaya untuk mencegah penyakit alergi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat